SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Kupi Beungoh

Sultan Iskandar Muda Hanya Mengizinkan ‘Ahlusunnah Wal Jama’ah’ Di Aceh

Di Bab satu Qanun Meukuta Alam ini, dijelaskan bahwa dasar hukum Kerajaan Aceh Darussalam adalah Alquran, Hadis, Ijma’ dan Qiyas.

Sultan Iskandar Muda Hanya Mengizinkan ‘Ahlusunnah Wal Jama’ah’ Di Aceh
Teuku Zulkhairi, MA 

Oleh Teuku Zulkhairi *)

Saya melihat lucu ketika sekelompok orang di Media Sosial menertawakan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, misalnya saat berita di Serambi Indonesia hari ini (Jum’at, 24/11/2017) MPU melarang penyebaran kitab ‘ghairu muktabarah’ dalam rangka menjaga eksistensi Ahlusunnah wal Jama’ah di Aceh.

Intinya, bagi mereka, kebijakan MPU tersebut tidak tepat.

Oleh sebab itu, merespons fenomena ini, sekaligus untuk menjaga wibawa MPU di Sosial Media, marilah kita melihat referensi masa lalu dalam Qanun Meukuta Alam, yang merupakan Undang-Undang Dasarnya kerajaan Aceh Darussalam di masa jayanya dahulu.

Ya, di masa jayanya Kerajaan Aceh Darussalam dahulu, Qanun Meukuta Alam, sebagaimana juga Sultan Iskandar Muda sangat masyhur di kalangan masyarakat Aceh.

Isi Qanun Meukuta Alam ini antara lain bisa dibaca dalam sebuah buku yang menerjemahkan Qanun Meukuta Alam (dalam Syarah Tadhkirah Tabaqat Tgk. Di Mulek dan Komentarnya) ke dalam bahasa Indonesia, selain itu juga ditampilkan bahasa Jawinya sebagai bahasa asli Qanun tersebut.

(Baca: Meneropong Hubungan Intelektualitas Aceh (Dayah, Al- Azhar, dan Alumni Timur Tengah)

Buku yang diterbitkan Syiah Kuala University Press ini diterjemahkan oleh Dosen UIN Ar-Raniry Mohd. Kalam Daud dan Dosen Unsyiah, Pak T.A. Sakti.

Melihat referensi masa lalu tentu penting  agar sebagai bangsa Aceh, kita tidak hanyut dan lupa diri di tengah zaman now (sekarang) yang dipenuhi berbagai tantangan pemikiran.

Dan Qanun Meukuta Alam ini, kalau kita baca baris per baris, maka kita pasti akan merasakan begitu hebatnya Kerajaan Aceh Darussalam dahulu, bahkan hingga akhlak Raja ikut diatur, bukan hanya tentang penyelenggaraan kerajaan.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help