SerambiIndonesia/

Aceh Dapat Dana Rp 34 Triliun Lebih, Ghazali: Butuh Pemangku Tugas yang Amanah dan Bertanggungjawab

"Untuk dapat mewujudkan tujuan ini sangat dibutuhkan pemangku tugas untuk mengelolanya dengan amanah dan bertanggungjawab."

Aceh Dapat Dana Rp 34 Triliun Lebih, Ghazali: Butuh Pemangku Tugas yang Amanah dan Bertanggungjawab
IST
Sudirman dan Ghazali Abbas Adan hadir di ruang sidang gugatan uang seribu di PN Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017) 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Senator Aceh Ghazali Abbas Adan menyatakan dana transfer ke seluruhnya daerah di Aceh untuk tahun Anggaran 2018 terhitung fantastis, sebesar Rp 34,88 triliun.

"Ini jumlah yang fantastis dan terbesar di Sumatera. Sejatinya ini menjadi modal sangat berharga dalam mensejahterakan masyarakat," ujar Ghazali Abbas di Jakarta, Kamis (7/12/20177).

Ia mengingatkan agar pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota se Aceh agar membuat program prioritas pembangunan pro-rakyat, yakni pembangunan yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Untuk dapat mewujudkan tujuan ini sangat dibutuhkan pemangku tugas untuk mengelolanya dengan amanah dan bertanggungjawab," tukas Ghazali Abbas Adan yang duduk di Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membidangi ekonomi dan keuangan.

(Baca: Anggaran untuk Seluruh Aceh Rp 34 Triliun Lebih pada 2018)

(Baca: Empat Laki-laki di Aceh Singkil Ditangkap karena Korupsi Dana Perempuan)

(Baca: Habiskan Dana Rp 1,4 Miliar, Anggota DPRK Ini Sorot Posisi Pidie Jaya di Peringkat 14 MTQ)

Ia menyebutkan, selama ini terdapat pengalaman kurang baik di Aceh, khususnya tingkat provinsi, dimana hampir tiap tahun terlambat melakukan pengesahan APBA. Hal itu berdampak negatif bagi proses pembangunan.

"Terus terang banyak pihak yang mempertanyakan dan mengkritisi hal ini, tetapi faktanya belum ada perubahan signifikan. Ada sinyalemen apabila politik anggaran masih berkutat dengan budaya transaksional, maka selama itu pula pengesan APBA akan selalu terlambat," demikian Ghazali Abbas.

Namun, tambahnya, apabila pemangku tugas pengelola keuangan baik di eksekutif dan legislatif, terbebas dari proses pembahasan anggaran RAPBA bersifat transaksional, Insya Allah, kata Ghazali, dana transfer dari Pusat yang jumlahnya mencapai hampir Rp 35 triliun itu akan efektif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help