Salam

Kuatkan Benteng, Serangan Narkoba Makin Menggila

Para pebisnis narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) seolah tak perduli pada keagungan bulan suci Ramadhan

Kuatkan Benteng, Serangan Narkoba Makin Menggila
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Kapolres Aceh Barat dan Kepala LP konfrensi pers di mapolres terkait pengungkapan kasus narkoba 

Para pebisnis narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) seolah tak perduli pada keagungan bulan suci Ramadhan. Mereka seenaknya menjalankan bisnis haram yang sangat meracuni masyarakat. Ini terlihat dari hasil tangkapan polisi di Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe akhir pekan lalu.

Dalam pengejaran selama dua hari, polisi menangkap tujuh pebisnis sabu-sabu. Empat orang berasal dari Aceh Timur, tiga lagi dari Kota Lhokseumawe. Berat sabu yang ditemukan itu masing-masing 5,17 gram, 6,09 gram, dan 3 paket. Barang bukti lainnya yang disita polisi adalah 28 plastik bening, satu kaca pireks, satu pipet yang terpotong, dan satu tas kecil berwarna hitam. Di antara sabu dan barang bukti lainnya, ditemukan juga karton lapangan mainan ludo dan satu set kartu joker.

Jika biasanya kita membicarakan narkoba dalam konteks memberantasnya, maka kali ini, mumpung di bulan Ramadhan, kita ingin membicarakan bagaimana memagar diri agar tak terjerumus dalam dunia hitam narkoba. Sedangkan urusan pemberantasan kita serahlan kepada aparat kepolisian serta BNN. Dan, kita tetap memberi dukungan kepada mereka.

Psikolog muslim pernah secara panjang lebar membahas bagaimana kita membentengi diri dario serangan narkoba. Diakuinya, itu bukan satu hal yang mudah. Banyak remaja dan pemuda bahkan orang dewasa yang tadinya merasa aman dari narkoba, pada akhirnya terserang juga.

Meski demikian, kita tak boleh menyerah. Untuk itu, sedikitnya ada lima jurus mujarab memagar diri dari serangan narkoba. Pertama, meningkatkan iman dan takwa. Inilah yang akan menggerakkan remaja untuk menjauhi narkoba. Ia ibarat mesin sistem kontrol otomatis dalam diri seorang remaja. Oleh karenanya, bekalilah para remaja dengan iman dan takwa. Antara lain, usulkanlah pengadaan kajian islami ilmiah rutin di sekolah yang wajib diikuti seluruh siswa. Ini sangat bermanfaat. Bahkan terkadang sering lebih bermanfaaat dari pada beberapa pelajaran umum di sekolah.

Kedua, membiasakan berpikir jernih sebelum bertindak sebagai ciri muslim. Cobalah berhenti sejenak untuk berpikir matang sebelum bertindak. Pikirkanlah dalam-dalam apakah manfaat dan bahayanya. Jika ternyata banyak bahaya dan tak berguna jangan sungkan-sungkan untuk berpaling.

Ketiga, bagi kalangan muda, jangan terbawa arus teman yang buruk. Artinya, memilih teman pergaulan harus selektif dan hati-hati. Betapa banyak korban karena teman yang buruk. Bagi para orang tua tentu sangat penting mengawal para putranya dalam bergaul dan berinteraksi.

Toh, sebagai muslim, kelak di kiamat kita antara lain akan ditanya, untuk apa dan dimana umur kita habiskan. Nah?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved