OTT KPK di Aceh

Resmi, Mendagri Tunjuk Nova Iriansyah Jadi Plt Gubernur Aceh, Tgk Syarkawi Plt Bupati Bener Meriah

Mendagri juga telah menandatangani surat penunjukan kepada Wakil Bupati Bener Meriah, Syarkawi untuk menjadi Plt Bupati Bener Meriah

Resmi, Mendagri Tunjuk Nova Iriansyah Jadi Plt Gubernur Aceh, Tgk Syarkawi Plt Bupati Bener Meriah
WAKIL Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT bersalaman dengan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga kontrak saat berkunjung ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/6/2018). Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi usai libur Lebaran. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menandatangani surat penunjukkan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Aceh.

Penunjukan dilakukan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dan menahan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf atas kasus suap pengalokasian dan pendistribusian Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

"Hari ini saya sudah teken wakil gubernur sebagai PLT sampai berkekuatan hukum tetap," ucap Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

(Baca: Mendagri Mengaku Terkejut, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Dibawa ke KPK)

(Baca: Jual Beli Hutan Lindung, Pejabat BPN Aceh Jaya Ditahan Polisi di Mapolres Gayo Lues)

Begitu pula untuk Bupati Bener Meriah, Mendagri telah menandatangani surat penunjukan kepada Wakil Bupati Bener Meriah, Syarkawi untuk menjadi Plt Bupati Bener Meriah.

Hal itu setelah Bupati Bener Meriah juga ikut tertangkap KPK bersama Gubernur Aceh Irawandi Yusuf.

"Wakil bupati menjabat sebagai bupati sampai berkekuatan hukum tetap karena beliau ini tidak bisa menjalankan fungsi pemerintahan yang sedang dalam proses KPK," kata Tjahjo.

Bupati Bener Meriah Ahmadi menggunakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pascaterjaring operasi tangkap tangan (OTT), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018). KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi dan dua orang dari pihak swasta, sekaligus mengamankan barang bukti Rp50 juta dari total
Bupati Bener Meriah Ahmadi menggunakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pascaterjaring operasi tangkap tangan (OTT), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018). KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi dan dua orang dari pihak swasta, sekaligus mengamankan barang bukti Rp50 juta dari total "commitment fee" sebesar Rp1,5 miliar terkait kasus "fee" proyek pembangunan infrastruktur dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2018. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

(Baca: Mendagri: Saya Sering Ingatkan Irwandi)

(Baca: Bupati Bener Meriah Ahmadi Resmi Ditahan, Bantah Semua Tuduhan KPK)

Tjahjo mengaku menyesalkan dengan kembali tertangkapnya kepala daerah karena korupsi.

Padahal Kemendagri selalu mengingatkan kepala daerah untuk menjauhi korupsi.

Seperti yang dilakukan, Senin (2/6/2018), Tjahjo memberikan arahan terkait integritas pemimpin daerah.

"Saya kemarin mengumpulkan gubernur hari Senin semua hadir di Hotel Borobudur. Eh, yo kok Aceh masih saja," tutur Tjahjo.

TJAHJO KUMOLO, Mendagri
TJAHJO KUMOLO, Mendagri

(Baca: Gantikan Irwandi, Wagub Nova Iriansyah Hadiri Rapat Paripurna Hak Interpelasi DPRA)

Tjahjo juga mengaku selalu berkomunikasi dengan Irwandi.

Dia mengatakan sebenarnya Irwandi adalah pemimpin yang cukup ketat mengenai anggaran.

"Saya kira saya orang yang cukup intensif komunikasi dengan Pak Gubernur. Beliau juga bersikeras masalah anggaran Aceh juga yang tidak mau kompromi yang ketat yang efisien, sudah gitu. Kok masih ada ini," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Irwandi Yusuf Ditangkap KPK, Mendagri Tunjuk Nova Iriansyah Jadi Plt Gubernur Aceh 

Editor: Zaenal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help