SMAN 1 Banda Aceh Dibangun Ulang, Begini Nasib Gedung Belanda yang Berada di Depan Sekolah

Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama

SMAN 1 Banda Aceh Dibangun Ulang, Begini Nasib Gedung Belanda yang Berada di Depan Sekolah
IST
SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Pembangunan secara besar-besaran itu menghabiskan anggaran hingga Rp 20 miliar.

Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama.

Perobohan satu demi satu ruang sudah dimulai sejak seminggu lalu, dimana pembangunannya akan berlangsung hingga enam bulan mendatang.

Baca: VIDEO - Ngopi Bareng Saat Jam Sekolah, Enam Siswa Diciduk Satpol PP Banda Aceh

SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama
SMAN 1 Banda Aceh yang merupakan SMA tertua di Aceh kini tengah dibangun ulang. Untuk membangun 24 ruang kelas baru (RKB) sesuai grand design SMAN 1, pihak sekolah terpaksa meruntuhkan nyaris seluruh bangunan lama (SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADY)

Hal itu diungkapkan Kepala SMAN 1 Banda Aceh, Khairurrazi SPd MPd yang diwawancarai Serambinews.com terkait perobohan ruang kelas itu, Minggu (5/8/2018).

Dia memastikan desain terbaru SMAN 1 tidak akan mengganggu, apalagi meruntuhkan bangunan kuno yang berada di sekolah itu.

Untuk diketahui, gedung terdepan di SMA 1 Banda Aceh dibangun semasa Belanda, dan merupakan bangunan purbakala yang harus dilestarikan.

Baca: Pemko Gagas Sekolah Unggul

"Gedung Belanda tidak akan diruntuhkan. Justru kami akan kembangkan menjadi destinasi wisata purbakala. Tapi programnya bukan sekarang, setelah ruang belajar selesai," kata Khairurrazi.

Dijelaskan, anggaran yang berasal dari APBA 2018 itu untuk membangun ruang belajar, laboratorium, kantor, dan fasilitas pendukung lainnya.

"Bangunannya berbentuk letter U, atau sisi kiri, kanan, dan belakang sekolah," jelasnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved