Nilai Tukar Rupiah Gerus Cadangan Devisa, Ini Saran Ekonom 

"Kalau sampai digunakan, sama saja BI sudah bendera putih. Harusnya itu jangan dipakai,"

Nilai Tukar Rupiah Gerus Cadangan Devisa, Ini Saran Ekonom 
Kontan.co.id/Fransiskus Simbolon
Seorang teller menunjukan mata uang dollar 

SERAMBINEWS.COM - Gelojak nilai tukar rupiah masih akan menjadi fokus Bank Indonesia (BI) dalam jangka pendek.

Cadangan devisa (cadev) Indonesia memang terus tergerus, tetapi Bank Indonesia (BI) masih punya garis pertahanan kedua (second line of defense) yang juga merupakan Jaringan Pengaman Keuangan Internasional (JPKI) yang secara konservatif, nilainya mencapai US$ 112 miliar.

Meski demikian, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, second line of defense tersebut sebaiknya jangan digunakan.

Baca: Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah, Mungkinkah Krisis 1997 Terulang Lagi?

Bantalan tersebut lanjut dia, bisa digunakan dalam keadaan sangat darurat.

"Kalau sampai digunakan, sama saja BI sudah bendera putih. Harusnya itu jangan dipakai," kata Lana kepada Kontan.co.id, Kamis (9/8/2018).

Menurut Lana, besaran second line of defense boleh saja disampaikan bank sentral.

Hal itu untuk meyakinkan pelaku pasar bahwa Indonesia masih memiliki amunisi untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Baca: Rupiah Anjlok, Pengusaha Mengaku Kelimpungan

Namun menurut Lana, kondisi cadev yang terus menurun tidak menjadi hal yang perlu dikhawatirkan.

Sebab, penurunan cadev memang digunakan dalam rangka menjaga stabilitas kurs.

"Jika second line of defense digunakan justru sama saja dengan saat kita meneken utang dari IMF tahun 1998," tambah dia.

Menurut Lana, Indonesia pernah memiliki cadev di bawah US$ 120 miliar, tetapi juga pernah memiliki cadev di atas US$ 130 miliar.

Baca: Jamaah Haji Asal Aceh Mulai Terima Dana Baitul Asyi, Totalnya Lebih 20 Miliar Rupiah

Namun, tak ada batasan cadev yang bisa mempengaruhi psikologis pasar.

"Amannya berapa bagi psikologis pasar, tidak ada yang tepat. Kita pernah waktu rupiah masih di level Rp 10.000 per dollar AS, tetapi cadev tidak sampai segitu, tidak apa-apa," tambah dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ekonom: Jika garis pertahanan kedua digunakan, sama saja kibarkan bendera putih

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help