Salam

PDAM tidak Boleh Amatiran

Masyarakat pelanggan PDAAM Tirta Daroy Banda Aceh masih terus mengeluh akibat layanan air bersih

PDAM tidak Boleh Amatiran
Kolase Serambinews.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST (kiri) dan Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub 

Masyarakat pelanggan PDAAM Tirta Daroy Banda Aceh masih terus mengeluh akibat layanan air bersih oleh perusahaan daerah itu banyak masalah. Di antara masalah yang paling dikeluhkan oleh pelanggan adalah air sering macet, air sering kotor, dan layanan pengaduan atau keluhan masyarakat sering tidak direspon sehingga berkesan amatiran.

Hal ini mendapat sorotan tajam dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, yang meminta manajemen PDAM Tirta Daroy membenahi sistem pelayanan. “Banyak laporan pelanggan melalui call canter terkait masalah air tak ditindaklanjuti dengan pengecekan petugas ke lapangan,” kata Irwansyah.

Masyarakat memang wajar mengeluh jika satu jam saja air PDAM tidak mengalir ke rumahnya, sebab sebagian masyarakat perkotaan hanya bisa mengandalkan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari. Air sumur warga yang ada di wilayah Banda Aceh sangat tidak bisa dikonsumsi. Jangankan untuk minum, untuk MCK saja tidak layak. Selain kuning, asin pula.

Oleh karena kondisi itu pula, pemerintah daerah ini pada puluhan tahun silam mendirikan perusahaan daerah untuk memproduksi air bersih kebutuhan masyarakat. Dan, ketika mendirikan PDAM dengan menggunakan uang rakyat, harapannya adalah PDAM mampu memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat yang memenuhi kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas serta keterjangkauan masyarakat .

Artinya, PDAM harus memproduksi air yang layak konsumsi, tidak berlumpur, tidak berwarna coklat atau kuning, dan tidak bau busuk. Kemudian, secara kuantitas PDAM juga harus menyuplai air sesuai kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dan, soal kontinyuitas, di sini PDAM harus menyuplai air ke palanggan secara berkesinambungan dan merata, tanpa terputus-putus atau macet.

Itulah harapan sederhana terhadap PDAM yang hingga hari ini belum seluruhnya mampu direalisasikan. Dan, wajar saja jika pelanggan sering “mengomeli” PDAM.

Dalam banyak kesempatan pihak PDAM mengeluhkan tentang biaya produksi yang tinggi, banyak pelanggan yang menunggak, serta air banyak yang dicuri, jaringan pipa banyak yang sudah tua atau bocor. Dan, karena kondisi itu pula pernah ada wacana untuk menaikkan tarif air PDAM, tapi masyarakat langsung protes.

Pelanggan bukan tak setuju PDAM menaikkan tarif, tapi yang dimaui masyarakat adalah PDAM memperbaiki pelayanan. Hanya dua saja yang dimaui masyarakat, kualaitas air harus bagus dan suplainya jangan sering macet. Jika itu bisa disanggupi PDAM, maka silakan naikkan tarif yang sesuai. Intinya adalah PDAM harus memperbaiki kinerjanya agar masyarakat tak perlu lagi mengeluh lewat call center atau protes langsung ke kantor PDAM.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved