Salam

Manajemen BPKS Harus Secepatnya Ditata Ulang

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyatakan selama ini banyak masalah yang terjadi di internal

Manajemen BPKS Harus Secepatnya Ditata Ulang
RENCANA terminal pelabuhan penumpang yang representatif di Sabang 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyatakan selama ini banyak masalah yang terjadi di internal manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Dia meminta manajemen BPKS untuk tidak antikritik dan bisa bercermin diri atas masalah yang ada.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Nova sudah menyimpan lama kekesalannya terkait pengelolaan BPKS yang dianggapnya mengecewakan. Dalam satu forum diskusi di Banda Aceh, Nova menyatakan kegiatan itu lebih penting untuk dihadirinya sehingga ia menolak menghadiri tiga agenda lainnya, termasuk pertemuan dengan Komisi II DPR RI. Makanya, dalam forum itu Nova “menumpahkan” semua kekesalan tentang pengelolaan BPKS.

“Kalau potensi Sabang begitu besar, kenapa perkembangannya atau kemajuannya begitu lama atau lambat. Saya termasuk orang yang memiliki karakter tidak suka menyalah-nyalahkan. Tapi kalau sesuatu tidak berjalan dengan seharusnya tentu ada yang salah,” kata Plt Gubernur Aceh.

Nova menyatakan, kondisi tidak akan pernah lebih baik bila kita antikritik. Dia mengaku bersyukur ketika ada kritikan terhadap proyek strategis nasional (PSN) di Aceh terancam batal. “Kritikan itu membuat saya tiga kali bertemu Presiden untuk meminta peresmian jalan tol. Kalau tanpa kritikan, groundbreaking tidak jadi kemarin,” ungkapnya.

Kemudian Nova mengaitkan dengan kondisi di BPKS. Ketika Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang diketuai Gubernur Aceh dan anggotanya, Wali Kota Sabang dan Bupati Aceh Besar, menegur BPKS, malah Kepala BPKS balik “menyerang” Nova dengan membuat konferensi pers. Bahkan BPKS menggandeng Forum Keuchik Kota Sabang.

Kekecewaan Nova kepada pengelola BPKS kelihatannya sudah sampai ke titik didih. Namun, yang menjadi pertanyaan kita, apakah Nova belum berani menggunakan kewenangannya yang begitu besar untuk menata ulang manajemen BPKS? Padahal, dalam beberapa bulan terakhir di kalangan tertentu, termasuk di internal Badan Pengawas BPKS sudah ada yang mengatakan pembenahan manajemen BPKS hanya menunggu waktu.

Jika kabar seperti itu yang beredar, maka dapat kita artikan bahwa sudah ada kesepakatan bulat di Badan Pengawas untuk segera menata ulang pengelolaan BPKS. Dan, jika kesepakatan itu memang benar sudah ada, maka mengapa harus menunggu lama?

Toh, Pak Plt Gubernur sendiri sudah menyatakan tak sabar menunggu pengembangan potensi-potensi besar yang ada di Sabang untuk diolah menjadi sesuatu yang menghasilkan rupiah bagi daerah dan terutama masyarakat. Sebab, sejak BPKS itu dibentuk, tujuannya tak pernah berubah, yakni untuk memajukan Sabang guna mendongkrak perekonomia masyarakat dan daerah. Jadi, publik menunggu apa yang segera dilakukan Plt Gubernur untuk perbaikan kinerja BPKS!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved