Panen Rambutan di Lala Pidie, Petani Mengeluh dari Harga, Jalan Rusak Hingga Listrik tak Terpasang

Dari harga rambutan dari Rp 6.000 turun menjadi Rp 5.500 per kg. Juga dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.500 per ikat.

Panen Rambutan di Lala Pidie, Petani Mengeluh dari Harga, Jalan Rusak Hingga Listrik tak Terpasang
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Warga memetik rambutan yang telah dipanen di kawasan kebun rambutan di Lala, Kecamatan Mila, Pidie, Senin (21/1/2019). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Panen rambutan di kawasan kebun Alue Reukui dan Blang Kaca Lala, Kecamatan Mila, Pidie tidak disambut gembira para petani.

Petani mengeluh dari harga rambutan yang terus turun, jalan rusak empat kilometer dan listrik belum dipasang.

Tiga masalah tersebut, hingga kini belum adanya penanganan dari Pemkab Pidie.

Pantauan Serambinews.com, Senin (21/1/2019), kawasan panen rambutan di kawasan Lala menjadi daya tarik bagi warga yang saban hari berkunjung ke lokasi tersebut.

Baca: Krisis Premium di Lhokseumawe, Angkutan Umum Ikut Rasakan Imbas, Ini Cerita Seorang Sopir Labi-labi

Baca: Pemuda Nagan Ditembak Saat Menjambret di Aceh Barat, Emas 50 Mayam dan Uang Rp 29 Juta Diamankan

Baca: Setelah Dicari Sembilan Jam, Guru SMKN 1 Lhokseumawe yang Tenggelam Sungai Cunda Ditemukan Tewas

Terutama kaum muda yang datang secara berkelompok, dengan berswafoto di kebun rambutan warga.

Bahkan, ada warga yang memboyong keluarga untuk membeli rambutan dengan memetik langsung dari pohon.

Kawasan kebun rambutan seperti lokasi wisata untuk warga lokal. Hanya saja kawasan itu kurang mendapat perhatian pemerintah, untuk membenahi sarana pendukung.

Abdul Latif (79), petani di Kebun Reukui kepada Serambinews.com, Senin (21/1/2019) mengatakan, panen rambutan pada tahun ini sangat dikeluhkan petani.

Dari harga rambutan dari Rp 6.000 turun menjadi Rp 5.500 per kg. Juga dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.500 per ikat.

Kecuali itu, sebut Abdul Latif, sarana jalan sepanjang empat kilometer dari Alue Reukui dan Blang Kaca juga rusak.

Sehingga warga yang datang membeli rambutan sangat terganggu dengan debu maupun jalan becek saat hujan.

Saat ini, lanjutnya, juga persoalan listrik yang belum dipasang pada rumah warga di Alue Reukui dan Blang Kaca.

Sehingga petani tidak nyaman saat mengelola kebun rambutan. Lebih-lebih saat musim panen dalam menghalau binatang yang menggangu rambutan pada malam hari.

"Kita berharap perhatian Pemkab membenahi sarana di kebun rambut," pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved