Angkatan Laut Myanmar Kembali Tangkap Nelayan Aceh

Seorang awak kapal KM Troya yang diinterogasi pihak keamanan Myanmar mengatakan mereka berlayar dari Aceh Timur pada 29 Januari 2019

Angkatan Laut Myanmar Kembali Tangkap Nelayan Aceh
FOTO ELEVENMYANMAR.COM
KM Troya asal Idi, Aceh Timur dengan 23 awak ditangkap Angkatan Laut Myanmar, 6 Februari 2019. 

Laporan Nasir Nurdin | Palu

SERAMBINEWS.COM, PALU - Angkatan Laut Myanmar dilaporkan menangkap lagi sebuah kapal ikan asal Idi, Aceh Timur karena memasuki wilayah perairan tersebut secara ilegal pada 6 Februari 2019.

Penangkapan kapal nelayan asal Idi tersebut merupakan kasus kedua dalam dua bulan terakhir setelah pada November 2018 pihak keamanan negara tersebut juga menangkap sebuah kapan nelayan KM Bintang Jasa dengan 16 awak termasuk seorang di antaranya meninggal dunia.

Setelah melalui proses penjang melibatkan aparat pemerintahan Indonesia-Myanmar akhirnya pada 26 Januari 2019, pemerintah Myanmar memberi pengampunan terhadap 14 awak KM Bintang Jasa.

Baca: 14 Nelayan yang Ditangkap di Myanmar Tiba di Aceh Timur, Kapten Kapal Masih Ditahan

Tapi seorang di antaranya meninggal sebelum proses hukum yaitu Nurdin (41) sedangkan nakhodanya, Jamaluddin (36) hingga saat ini masih diproses.

Pada 30 Januari 2019, 14 awak KM Bintang Jasa tiba kembali di Tanah Air melalui Bandara SIM dan selanjutnya dipulangkan ke Idi, Aceh Timur.

Terjadi lagi

Informasi terbaru yang diterima Serambinews.com dari Sekjen Panglima Laot Aceh, Oemardi, di Palu, Selasa (12/2/2019) menyebutkan, penangkapan kapal nelayan asal Idi, Aceh Timur terjadi lagi di perairan Myanmar.

Baca: VIDEO - 14 Nelayan Idi yang Terdampar di Myanmar Kembali

Menurut informasi yang diterima Oemardi dari Panglima Laot Lhok Idi dengan mengutip surat yang dikeluarkan Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi Rayeuk, Aceh Timur, ada 13 awak KM Troya yang dinakhodai Zulfadli diduga hilang saat melaut dan pada Selasa sore kemarin sudah dikirim kapal nelayan lain, KM Gaza untuk mencari.

Ditangkap

Halaman
12
Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved