Salam

Alhamdulillah, Kita Berada di Bulan Ramadhan

Hari ini kita memasuki 2 Ramadhan 1440 Hijriyah. Kedatangan Ramadhan ini tentu kita sambut dengan rasa gembira

Alhamdulillah, Kita Berada di Bulan Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Tarawih malam pertama Ramadhan 1440 Hijriah. 

Hari ini kita memasuki 2 Ramadhan 1440 Hijriyah. Kedatangan Ramadhan ini tentu kita sambut dengan rasa gembira dan penuh syukur. Sebab, Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat, dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin. Karenanya, para ulama dan cendikiawan muslim mengingatkan kita semua supaya bersiap diri menyambut kedatangan bulan agung yang benar-benar memiliki nilai tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang bertaqwa.

Untuk itulah, kesiapan jiwa dan spiritual sangat penting di Ramadhan. Kita harus siap lahir batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain di bulan Ramadhan dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunah Rasulullah.

Persiapan jiwa dan spiritual merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya memetik manfaat sepenuhnya dari ibadah puasa. Penyucian jiwa dengan berbagai amal ibadah dapat melahirkan keikhlasan, kesabaran, ketawakkalan, dan amalan-amalan hati lainnya yang akan menuntun seseorang kepada jenjang ibadah yang berkualitas.

Justru itulah, sejak kemarin hingga hari-hari berikut, sebaiknya aktivitas ibadah di bulan Ramadhan harus lebih mewarnai keseharian kita ketimbang aktivitas mencari nafkah atau yang lainnya. Pada bulan ini setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shaleh seperti infaq, shadaqah, dan ifthar. Tarawih, tadarus, dan bersadakah adalah bagian dari aktivitas yang harus mewarnai hari-hari kita sepanjang Ramadhan.

Dalam menjalankan aktivitas selama Ramadhan, kondisi fisik kita pun harus tetap terjaga, sehat dan kuat. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik. Salah satu kita ke araha itu adalah kita harus menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, serta istirahat cukup.

Setelah semua itu, kita juga harus cukup punya pemahaman tentang Ramadhan sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan. Pertama, Syahr al-Quran (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan puasa wajib), karena hanya Ramadhan merupakan wajib bagi muslim berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran.

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril As menemui Nabi Saw untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpahan rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id (bulan yang berujung/berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi Saw memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci. Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian. Kesembilan, Syahr Allah (bulan Allah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial kita. Aamiin!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved