Pendemo Kantor Panwaslih Aceh Sebut Rakyat Merasa Ditipu atas Kecurangan Pilpres

Sebagai bentuk dukungan terhadap hasil ijtima’ ulama ke tiga, sejumlah massa dari pendukung capres/cawapres nomor urut 02 Parbowo-Sandi menggelar ..

Pendemo Kantor Panwaslih Aceh Sebut Rakyat Merasa Ditipu atas Kecurangan Pilpres
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL BIN ZAIRI
Massa melakukan aksi damai ke Kantor Panwaslih Aceh, Jumat (17/5/2019). Massa menuntut lembaga itu memproses kecurangan Pilpres 2019 dan meminta Bawaslu RI mendiskualifikasikan pasangan Capres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Pendemo Kantor Panwaslih Aceh Sebut Rakyat Merasa Ditipu atas Kecurangan Pilpres

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebagai bentuk dukungan terhadap hasil ijtima’ ulama ke tiga, sejumlah massa dari pendukung capres/cawapres nomor urut 02 Parbowo-Sandi menggelar aksi damai di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Jumat (17/5/2019).

Koordinator Aksi, Reki Nyak Wang menyampaikan bahwa kecurangan yang terjadi dalam Pemilu dan Pilpres 2019 telah membuat rakyat kecewa. Menurutnya, masyarakat merasa ditipu dengan hasil pemilu atau Pilpres kali ini.

“Ketika kecurangan tidak diproses secara langsung oleh Bawaslu, ini ada penzaliman terhadap UUD 45. Rakyat Aceh merasa ditipu. Kalau memang mendirikan hukum harus setegak-tegaknya,” katanya.

Menurutnya, kondisi saat ini membuat masyarakat sangat kecewa. Karena itu, dia meminta Bawaslu RI memproses kecurangan yang dinilai terjadi secara terstruktur, sistematis, dan massif.

Setelah menyampaikan orasi, kemudian massa menyerahkan selembar kertas berisi petisi yang disampaikan kepada Bawaslu RI melalui Anggota Panwaslih Aceh, Nyak Arief Fadillah Syah dan Fahrul Rizha Yusuf. 

Baca: Sang Ibu Tega Kubur Bayinya Hidup-hidup, Si Bayi Selamat Berkat Seekor Anjing Menggali Tanah

Baca: MAN 1 Aceh Besar Gelar Kajian Dinul Islam, Hadirkan Penceramah dari Berbagai Lembaga

Baca: Diduga Api dari Mercon, Usaha Gorengan Milik Warga di Jeulingke Terbakar

“Apabila petisi rakyat Aceh tidak diindahkan oleh Bawaslu Pusat, maka kami akan mengembalikan hak warga negara rakyat Aceh kepada rakyat Aceh sendiri. Ketika ini tidak diindahkan maka kami akan siapkan Badan Pekerja Kongres Rakyat Aceh,” ungkapnya.

Dia menyatakan perjuangan melawan kecurangan dan kejahatan serta ketidakadilan adalah bentuk amal makruf nahi mungkar, konstitusional dan sah secara hukum. “Kecurangan di Aceh terjadi di Aceh Timur ketika pengiriman data ke situng. Ketika dimasukan ke KPU Pusat, ternyata data yang naikan milik capres 01,” ujar Reki Nyak Wang. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved