Jumat, 15 Mei 2026

Opini

Wujud Keadilan Tuhan di Bulan Ramadhan

Banyak penjelasan Alquran tentang kelemahan manusia. Selain diberikan akal, manusia juga diberikan hawa nafsu

Tayang:
Editor: bakri
IST
Teuku Zulkhairi, Alumnus Dayah Babussalam Matangkuli Aceh Utara, Dosen UIN Ar-Raniry 

Oleh Teuku Zulkhairi, Alumnus Dayah Babussalam Matangkuli Aceh Utara, Dosen UIN Ar-Raniry

Manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan segala keterbatasan dan kelemahannya. Bahkan kata-kata manusia yang berasal dari kata-kata “insan” sendiri bermakna pelupa. Banyak penjelasan Alquran tentang kelemahan manusia. Selain diberikan akal, manusia juga diberikan hawa nafsu sehingga pada dirinya akan senantiasa terjadi “pertarungan” antara rayuan menuju jalan yang lurus atau jalan yang sesat.

Dalam keadaan manusia seperti ini, Allah Swt juga menghadirkan musuh yang sangat berat untuk dihadapi, yaitu syaitan. Alquran menjelaskan bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi kita. Dia bekerja mempengaruhi anak adam (manusia) agar mengingkari Allah Swt dan tidak beribadah kepada-Nya.

Syaitan sebagai kata-kata sifat bermakna “jauh (dari rahmat Allah)” merujuk kepada manusia maupun jin yang kafir. Pimpinan mereka adalah iblis yang berasal dari golongan jin. Iblis adalah makhluk Allah Swt yang pernah beribadah dengan tekun selama ribuan tahun lamanya.

Dalam sejumlah riwayat dijelaskan, iblis ini memiliki pengetahuan yang luar biasa. Iblis bertindak dipercayakan menjadi pemimpin di syurga. Ketika Allah Swt menciptakan Adam dan meminta kepada jin dan malaikat untuk sujud kepadanya, iblis pun enggan dan sombong sehingga ia dikutuk oleh Allah Swt dan diusir dari surga.

Oleh karena itu, iblis dendam kepada anak Adam dan meminta izin kepada Allah Swt untuk memperdaya anak adam. Allah Swt pun mengizinkan seraya Ia menegaskan bahwa iblis tidak akan bisa memperdaya hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

Jadi iblis sebagai musuh bagi manusia adalah makhluk yang hebat, hanya saja ia sombong sehingga menjadi kafir dan dikutuk oleh Allah Swt. Dan ia bertekad akan memperdaya manusia agar menjauh dari jalan Islam dan mengikuti jalannya yang sesat. Maka iblis memperdaya manusia dari depan dan belakang mereka. Dari kiri mau pun kanan, dari atas maupun bawah.

Dan usaha iblis lewat bala tentaranya dari kalangan jin dan manusia untuk menipu umat manusia tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat oleh karena dendam kesumatnya kepada Adam. Iblis berjuang lewat berbagai jalur dan metodenya, sehingga sebagian di antara manusia pun terbuai dengan tipuan syaithan. Bahkan pada tingkat memasuki tubuh manusia.

Maka manusia dalam hidupnya senantiasa dihadapkan dengan berbagai godaan dan tipuan duniawi. Jalan ke surga diperlihatkan penuh duri, dan sementara jalan ke neraka dipenuhi keindahan dan kenikmatan. Sesuatu yang salah diperlihatkan sebagai kebenaran dan yang benar diperlihatkan sebagai kesalahan oleh iblis, sehingga pada akhirnya manusia pun terjebak dalam kubangan dosa-dosa.

Dosa mata, dosa telinga, dosa lisan, dosa hati, dosa anggota badan, dosa-dosa pemikiran dan dosa-dosa lainnya yang hanya diketahui oleh Allah Swt dan sementara manusia tidak menyadarinya.

Bahkan kecuali Rasululah Saw, tidak ada manusia yang bisa terbebas dari dosa. Tidak ada manusia yang dapat memastikan dirinya terbebas dari dosa. Bahkan meyakini kita terbebas dari dosa adalah sebuah kesombongan, suatu sifat yang pernah menyebabkan iblis menjadi kafir dan dikutuk serta diusir dari surga.

Sebab memang sejak awal manusia diciptakan dalam keadaan yang lemah, sehingga kapan saja ia dapat terjerumus dalam dosa yang ia sadari ataupun tidak. Akan halnya keadaan manusia yang seperti ini, dijelaskan dalam sala satu hadis riwayat Muslim yang berbunyi: “Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka”.

Dalam keadaan manusia dimana dia dengan mudah dapat terjerumus dalam dosa-dosa yang disadari atau tanpa disadarinya, maka Allah Swt sebagai Dzat yang Maha Adil menunjukkan keadilannya. Manusia pun diberikan-Nya berbagai rumusan hidup agar ia senantiasa dapat menghapus dosa-dosa yang telah dikerjakannya, seperti kita menghapus debu-debu di cermin.

Subhanallah. Islam begitu sempurna. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. Dan salah satu tanda keadilan Allah Swt adalah diberikannya kepada kita bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan ini adalah bulan pengampunan (maghfirah) dimana di bulan ini kita dapat berjuang agar dosa-dosa kembali ke titik nol.

Dan itu bukanlah sesuatu yang mustahil sebab Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bahkan orang-orang yang mau menjalankan kewajiban puasa Ramadhan beserta mengerjakan amal-amal lainnya sesuai tuntunan Islam, maka dijanjikan akan menghapus dosa-dosanya dan iapun akan terbebas dari api neraka (‘itqumminannar).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved