Opini
Pembangunan Hotel, Memangnya Kenapa?
SEBENARNYA penulis tidak ingin mencampuri urusan rencana pembangunan Hotel Best Western di dekat Masjid Raya Baiturrahman
Demikian pula pembenahan yang perlu dicontoh ialah mengembangkan daerah pinggiran, membuka kenyamanan akses ke tengah kota serta mempertinggi kualitas hidup (kualitas air bersih, sanitasi MCK, telekomunikasi murah dan transportasi terjangkau).
Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon kota Banda Aceh, bahkan Aceh. Sudah selayaknya dari sinilah pembenahan harus dimulai. Misal, adanya transportasi gratis keliling untuk pengunjung, melakukan City Tour atau Sight Seeing. Rutenya adalah Mesjid Raya, Rumoh Aceh, Museum Aceh, Makam Sultan Iskandar Muda, Pendopo, Taman Putroe Phang, Kerkhof, Museum Tsunami, Taman Sari, Pesawat Seulawah RI 001, Kapal Apung, dan kembali ke Masjid Raya.
Kemudian, tempat di belakang Masjid Raya dibenahi menjadi tempat yang nyaman bagi pejalan kaki. Bila perlu, jalan Perdagangan hanya dikhususkan bagi pejalan kaki seperti Rundle Street di Adelaide, Australia, atau Nanjing Road di Shanghai, Cina. Ini tidak sulit diwujudkan jika semuanya lebih dulu dikomunikasikan dengan baik, termasuk rencana pembangunan hotel di sekitar Masjid Raya Baiturrahman itu. Kenapa tidak?
* Penulis adalah Pegiat Wisata dan Pemerhati Pembangunan Kota.