Sabtu, 2 Mei 2026

Kupi Beungoh

Ruang Aman Bagi Anak dalam Sistem Pengasuhan

perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada anak sebagai korban, tetapi juga pada lingkungan pengasuhan tempat anak tumbuh setiap hari.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr Aishah MPd 

*) Oleh: Dr. Aishah, M.Pd

KASUS kekerasan yang terjadi dalam ruang pengasuhan anak, seperti daycare, menunjukkan bahwa perlindungan anak tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan perilaku individu atau kejadian yang berdiri sendiri.

Pada usia dini, anak sedang berada dalam tahap yang sangat penting untuk belajar merasa aman, mengenal emosi, dan membangun kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.

Jika pada fase ini anak mengalami atau bahkan hanya menyaksikan kekerasan, hal tersebut dapat memengaruhi perkembangan emosionalnya dan meninggalkan dampak yang tidak selalu langsung terlihat, tetapi dapat terbawa hingga tahap perkembangan berikutnya.

Karena itu, perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada anak sebagai korban, tetapi juga pada lingkungan pengasuhan tempat anak tumbuh setiap hari.

Hubungan antara anak dan pengasuh menjadi bagian yang sangat menentukan, sebab pada usia ini anak belum mampu melindungi dirinya sendiri dan sangat bergantung pada respons orang dewasa di sekitarnya.

Ketika tempat pengasuhan tidak lagi membuat anak merasa aman, yang terganggu bukan hanya rasa nyaman mereka sehari-hari, tetapi juga cara mereka tumbuh, belajar percaya, dan membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, perilaku pengasuh juga perlu dipahami secara lebih utuh. Cara seseorang merespons anak sering kali dipengaruhi oleh kematangan emosi, kemampuan mengendalikan diri, serta bagaimana ia menghadapi tekanan hidup dan pekerjaan.

Ketika pengasuh berada dalam kondisi lelah secara emosional, tekanan kerja yang tinggi, atau minim dukungan, kualitas interaksi dengan anak pun dapat berubah.

Namun, persoalan ini tidak tepat jika hanya dilihat sebagai kelemahan individu semata, karena kualitas pengasuhan juga sangat dipengaruhi oleh sistem kerja, pengawasan, serta sejauh mana lembaga tempat mereka bekerja benar-benar memberi dukungan dan perhatian terhadap kualitas pengasuhan itu sendiri.

Lembaga daycare pada dasarnya bukan hanya tempat menitipkan anak selama orang tua bekerja, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang ikut membentuk perkembangan anak setiap hari.

Karena itu, daycare seharusnya mampu menghadirkan rasa aman, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional.

Standar yang dibutuhkan pun tidak cukup berhenti pada urusan administratif, melainkan harus mencakup kesiapan psikologis para pengasuh, seperti kemampuan mengelola emosi, memahami kebutuhan anak, dan merespons situasi dengan tenang ketika menghadapi tekanan.

Ketika tuntutan kerja tidak seimbang dengan kesiapan emosional pengasuh, risiko terjadinya masalah dalam proses pengasuhan menjadi lebih besar.

Di sisi lain, persoalan ini juga berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi yang sering kali luput dari perhatian.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved