Opini
'Glocalisasi' Tasawuf Aceh
WAFATNYA dua di antara ulama-ulama sufi Aceh dalam waktu yang berdekatan, Abu Adnan Bakongan dan Abuya Muhibuddin Wali
Pesan spiritual
Saya jadi ingat dengan glocalisasi yang diperkenalkan Muhammad Riza. Dalam konteks tasawuf kita bisa pahami bahwa di satu sisi gerakan tasawuf adalah gerakan yang semakin hari semakin mengglobal, melakukan ekspansi yang melewati batas teritorial negara. Namun di sisi lain, ia tetap harus membumi, melokal, takzim dan bersahaja.
Dalam konteks inilah, ulama sufi pasca Abu Adnan Bakongan dan Abuya Muhibuddin Waly akan mendapatkan tugas tambahan. Kalau selama ini cukup dengan menyampaikan pesan-pesan spiritual yang diambil langsung dari kitab suci, hadis Nabi, pesan para ulama sufi klasik, ke depan pesan-pesan tersebut harus mulai masuk ranah logika, ranah integrasi dengan psikologi, komunikasi, sosiologi, ekonomi dan bahkan ilmu-ilmu alam.
Mungkinkah ini terjadi? Wallahu’alam.
* Sehat Ihsan Shadiqin, Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh/Mahasiswa Universita degli Studi di Milano-Bicocca, Italia. Email: sehatihsan@yahoo.com

