Opini
Merkuri Ancam Masa Depan Aceh
MEMBACA berita “Mengungkap Sindikat Merkuri” yang diturunkan sebagai headline di Serambi Indonesia, Selasa (18/2/2014)
Sejarah kelam
Kita tentu tak ingin seperti kasus Minamata di Jepang, yang pernah menorehkan sejarah kelam pencemaran merkuri di akhir 1950-an hingga merusak kesehatan lebih dari 2.500 penduduknya dan kematian ratusan jiwa, akibat mengonsumsi bahan-bahan makanan yang telah tercemar limbah merkuri.
Belajar dari tragedi tersebut, sudah sepatutnya Pemerintah Aceh mengatur lebih ketat peredaran merkuri dan penanganan limbah yang sangat berbahaya bagi keselamatan orang banyak ini. Karena merkuri bisa berdampak dalam jangka waktu yang lama, maka mulai sekarang pemerintah bersama masyarakat harus proaktif dalam mengurangi risiko cacat fisik dan mental bagi generasi Aceh mendatang.
Aceh pernah menoreh luka dalam sejarah konflik bersenjata sampai tiga dekade lamanya, dan bencana tsunami pada 26 Desember 2004 yang menelan ratusan ribu korban jiwa. Apakah Aceh ingin kembali mengukir sejarah kelam di masa yang akan datang layaknya tragedi Minamata, akibat limbah merkuri yang mulai mengancam lingkungan hidup kita saat ini? Tentu tidak! Na’udzubillahi mindzalik.
* Siti Maria Ladia PS, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh. Email: ladyarfan89@gmail.com