Cerpen
Hijrah Ke Kuta Cot, 1898
SAAT Belanda membangun rel kereta api, sesungguhnya sudah amat mendidih hasrat orang-orang Gampong
Sungguh, Kuta Cot adalah tempat berlindung yang aman dan nyaman. Tidak sedikit pun membersitkan kekuatiran akan ditemukan musuh. Bahkan para marsose yang tangguh dan gigih itu tidak pernah berhasil menjejaki mereka. Sekali mereka masuk ke Kuta Cot, mereka bagai lenyap ditelan bumi.
“Bagaimana, Ampon?” Keucik Amin ingin ketegasan.
“Baiklah! Kita tinggalkan Keude Baroh! Kita hijrah ke Kuta Cot! Tetapi, saya ingatkan, kita tidak boleh tinggalkan Keude Baroh ini dengan semena-mena. Pada waktu-waktu tertentu kita akan datang ke sini. Dan kita utak-atik rel kereta api itu, supaya tak bisa dipakai!”
* M. Joenoes Joesoef, lahir di Ulee Lheu, 24 Juni 1938. Sekarang berdiam di Bekasi. Seorang pensiunan yang menulis untuk mencegah pikun dini.
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |