Opini
Spiritualitas ‘Aceh Pungo’
DALAM satu fragmen sejarah perjuangan Aceh melawan kolonialisme Belanda, “Aceh pungo” akan selalu diingat
Jumlah, angka-angka, tidak lagi relevan karena mereka dalam individualitasnya sudah merasa terpenuhi, tercukupkan dengan spiritualitas tersebut. Perkara hidup dan mati juga tidak lagi relevan. Bagi mereka hanya tindakanlah satu-satunya inti kehidupan. Hanya dengan bertindaklah mereka akan menemukan makna hidup, apapun resikonya. Bahkan mati pun akhirnya akan diterima sebagai sebuah pembebasan. Jadi melampaui tindakan religius seperti dikatakan Siegel saya cenderung mengategorikan prilaku “Aceh pungo” ini sebagai tindakan spiritual. Ia adalah the ultimate totality. Sebentuk “kegilaan kontekstual”, prilaku fatalistik yang timbul sebagai manifestasi hasrat akan kebebasan asasi manusia, dan perjuangan menemukan arti dan makna hidup.
* Bulman Satar, Antropolog. Email: abul_03@yahoo.com
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |