Breaking News

Penyergapan Din Minimi

Din Minimi Janji Serang Balik

Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi untuk pertama kalinya mengakui bahwa empat pria yang tewas dalam kontak tembak di wilayah

Editor: bakri

Kontak tembak di Aceh mengingatkan orang kembali ke masa konflik. Apakah Anda ingin membuat Aceh kembali berkonflik?
Saya hanya menuntut hak kesejahteraan kepada Pemerintah Aceh, hak mantan kombatan, fakir miskin, anak yatim, dan janda korban konflik, serta agama Islam jangan tergoyahkan oleh agama Kristen. Itu saja yang saya mohon kepada Pemerintah Aceh.

Apabila tuntutan Anda tak dipenuhi, apakah Anda akan tetap angkat senjata?
Seterusnya dan selamanya sampai titik darah penghabisan saya tetap bertahan dan angkat senjata. Saya terus berjuang meskipun Yusliadi (terkadang Din Minimi menyebutnya dengan nama Yusrizal -red) telah meninggal tertembak di depan mata saya. Waktu dia terkena tembakan, saya berusaha menggendongnya. Setelah tak sanggup lagi, barulah saya tinggalkan. Ingat, kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf hanya lima tahun, kalau tuntutan saya tidak direspons, maka nanti setelah habis masa jabatannya ke rumahnya saya ambil mereka.

Kalau TNI/Polri terus memburu Anda dan kelompok, apakah Anda akan melawan?
Saya siap melawan, saya berjuang menuntut hak demi keadilan. Saya sudah rela habis nyawa. TNI/Polri jangan gagah kali memburu kami, jangan berondong kami, biarkan kami selesaikan dulu urusan kami dengan Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh harus bertanggung jawab terhadap anggota saya yang menjadi korban. Mereka punya keluarga, punya ayah, ibu, abang, dan adik. Sampai kapan pun kalau tidak dibereskan masalah ini, pasti akan ada keluarganya yang balas dendam. Kalau perang di Aceh seperti orang makan pulut, tidak akan pernah muak. Jadi, saya minta kepada Pemerintah Aceh jangan mencetak perang, jangan mencetak konflik.

Kalau konflik dicetak, saya pun siap berperang melawan Pemerintah Aceh, karena selama ini anggota saya terus terbunuh. Saya selama ini tak pernah menembak TNI/Polri, tapi tunggu saatnya nanti saya akan serbu pos-pos. Di Grong-Grong, Pidie, sudah pernah dinaikkan GLM (mesin pelontar granat -red) dari pukul 12 malam hingga pukul 7 pagi TNI/Polri kontak tembak dengan saya, tapi insya Allah, saya masih dilindungi Allah. (tim)

Tags
Din Minimi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Korban Nova Buat Halaman di Facebook

 

Mengintip Proyek Masjid Raya

 

Realisasi Fisik 55 Persen

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved