Lipsus

Tampil Menarik Naluri Manusia

MENGENAI beredarnya kosmetika palsu di Aceh, seorang perias wajah di Banda Aceh, Sri Wahyuni

Editor: bakri
net
ilustrasi 

Cut Rita Kemala merupakan salah satu perempuan yang khawatir dengan peredaran kosmetik palsu. Dara Aceh kelahiran Sukabumi, 3 September 1992 ini ternyata juga pernah jadi korban. Kata Cut Rita, sejak 2010 dia mulai rutin pakai make up karena tuntutan profesi sebagai model dan mengikuti even-even atau perlombaan bidang kecantikan. Dia harus selalu tampil cantik dan menarik. Untuk itu, hampir setiap hari dirinya menggunakan riasan.

“Saya juga khawatir tentang peredaran kosmetik palsu, karena pernah juga jadi korban. Dulu saya tak terlalu peduli masalah merek asli atau palsu, tapi sekarang mulai waspada. Apalagi saya selalu berkutat di dunia intertainment, make up seolah sudah wajib dipakai,” kata mahasiswi Fakultas Teknik Unsyiah yang juga presenter TV ini.

Perempuan yang suka mengoleksi kosmetik bermerek tersebut kini mempercayakan kosmetik dari dokter seperti bedak padat, lipstik, dan lainnya. “Sesekali saya pakai pemutih, tapi yang dari dokter. Yang paling penting itu kesehatan dan kebersihan kulit. Jadi, sekarang saya pakai yang dibutuhkan saja seperti bedak padat dan lipstik. Saya menyarankan kepada inong-inong Aceh agar tetap menjaga kesehatan kulit. Jangan mau diiming-imingi manfaat dengan cara instan. Orang Aceh sudah cantik-cantik kok, dipoles sedikit aja sudah menarik, karena punya karakter masing-masing. Jadi tak perlu berdandan berlebihan,” katanya.

Bagi Duta Wisata Aceh Tahun 2015, Cut Hariyani, keinginan seorang perempuan tampil cantik dan menarik adalah hal yang wajar. Salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan dari dunia kecantikan adalah kosmetik. Begitupun, kata mahasiswi Universitas Malikussaleh Aceh Utara tersebut, kaum hawa harus jeli memilah dan memilih. “Tentu selain harus halal, juga aman untuk kesehatan kulit,” kata dia.

Cut menyarankan untuk melihat kode registrasi BPOM dulu sebelum membeli kosmetik. Kode tersebut, menurut dia, sebagai pertanda bahwa kosmetik tersebut mengandung zat-zat yang aman digunakan. Kecuali itu, dia juga meminta konsumen tidak lupa mengecek ke BPOM atau situs BPOM yang mempublikasi kosmetik-kosmetik yang palsu dan ilegal. “Selama ini ada juga sebagian wanita yang merasa bangga jika sudah menggunakan produk-produk kosmetik yang katanya berasal dari luar negeri. Padahal bisa-bisa itu adalah kosmetik palsu dan kandungannya belum teruji untuk kesehatan kulit kita. Ujung-ujungnya, saat digunakan malah akan membuat kulit kita rusak,” urai Putri Citra Kategori Intelegensia Tahun 2014 tersebut.

Ditanya cara dan jenis kosmetik yang dia gunakan, Cut Hariyani mengaku selama ini dia memang rutin menggunakan kosmetik, apalagi untuk menghadiri acara-acara resmi. Tapi dia tidak pernah bermake-up terlalu tebal. “Agar tidak norak dan wajah kita pun nyaman dibuatnya,” ujar Top Model Aceh Tahun 2014 kategori berbakat tersebut.(gun/bah)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved