Peran OKI terhadap Rohingya
MENURUT data resmi yang diakui militer dan pemerintah Myanmar menyatakan, ada 399 orang yang tewas
UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) adalah badan yang ditujukan untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada pengungsi berdasarkan permintaan sebuah pemerintahan atau PBB, untuk kemudian mendampingi para pengungsi dalam proses pemindahan tempat menetap mereka ke tempat yang baru. Dalam bahasa Indonesia, badan ini disebut Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, yang didirikan pada 14 Desember 1950, di Jenewa, Swiss.
Sebagai pengakuan atas upaya ini, OKI telah menunjuk mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar, sebagai utusan OKI untuk isu Rohingya. Sebaliknya, Bangladesh tidak hanya membantah kapal tersebut kepada orang-orang yang mengalami kerusakan kapal yang mencoba melarikan diri dari Myanmar yang dilanda kekerasan, menurut Human Right Watch, namun juga menolak pengungsi untuk melakukan bantuan kemanusiaan yang diperlukan, yang membahayakan kehidupan ribuan warga sipil dan membuat banyak orang menarik.
Seandainya OKI mengadopsi sebuah resolusi yang mengecam kebijakan Bangladesh dan menghargai posisi Turki, ini akan mengirimkan sinyal kepada pemerintah Myanmar bahwa isu Rohingya adalah isu HAM dan martabat manusia universal, yang menggantikan kepentingan nasional. OKI diciptakan untuk mempromosikan nilai-nilai ini. Nah!
* Mizan Aminuddin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Aceh. Email: mizanaminuddin1@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekelompok-pengungsi-rohingya-berjalan-di-jalan-berlumpur_20170903_180326.jpg)