Selasa, 14 April 2026

Kupi Beungoh

Peringatan Tsunami jangan Hanya Sebatas Seremoni, Mari Bermuhasabah

Sudah saatnya kita saling mengoreksi diri masing-masing dan memperabaiki “kerusakan” yang telah kita perbuat di tanah Serambi Mekkah

Editor: Zaenal
IST
Rahim Rivari 

Air bah yang sangat besar  dan gempa bumi yang Allah kirimkan 13 tahun yang lalu, seharusnya membuat rakyat Aceh lebih semangat dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi  maksiat.

Musibah itu datang karena dosa dan kesalahan manusia itu sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu alayhi wa salam;

 “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87).

Kita melihat dengan mata kepala kita sendiri, begitu banyak masksiat yang terjadi pada hari ini di tengah-tengah kita.

Masjid-masjid di Aceh, termasuk di Kota Banda Aceh, sepi dari jamaah  pemuda. Kalau di daerah pedalaman, masih ada masjid yang tidak ada jamaah dan tidak terdengar kumandang azan.

Padahal meninggalkan shalat secara sengaja adalah maksiat yang paling besar di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Lalu kita melihat  di lingkungan sekitar kita, para pemuda dan pemudi Aceh,  seakan telah hilang rasa malu dari dalam dirinya. Berboncengan dengan pasangan yang bukan mahram sambil mengumbar kemesraan di depan umum.

Begitu banyak sekarang anak terlahir di luar pernikahan, pemerkosaan, dan pelecehan-pelecehan terhadap syariat Islam di Aceh.

Maka, jadikanlah peringatan tsunami sebagai sarana bermuhasabah (mengevaluasi atau introspeksi diri), bukan hanya sebatas seremoni.   

Jangan sampai bencana yang Allah Swt berikan kepada kita tidak bisa menyadarkan kita dari banyaknya dosa yang kita perbuat.

(Baca: Air Mata Para Tamu Berlinang Kala Video Singkat Tentang Tsunami Diputar)

Momentum Taubatan Nasuha

Allah Subhanahu wa ta’ala sangat mencintai hamba-Nya yang bertaubat dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Allah Subhanahu wa ta’ala juga menyukai apabila seorang hamba bergegas mengharapkan ampunan Allah setelah jatuh ke dalam dosa dan maksiat.

Sebagaimana Allah berfirman “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Albaqarah : ayat 222)

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved