Kupi Beungoh
Peringatan Tsunami jangan Hanya Sebatas Seremoni, Mari Bermuhasabah
Sudah saatnya kita saling mengoreksi diri masing-masing dan memperabaiki “kerusakan” yang telah kita perbuat di tanah Serambi Mekkah
Peringatan 13 tahun tragedi tsunami Aceh hari ini, Selasa 26 Desember 2018 harus menjadi momentum taubatan nasuha (taubat yang sebenarnya) bagi seluruh rakyat Aceh.
Bukan hanya acara seremonial belaka yang membuat rakyat Aceh tersadar dalam satu hari saja.
Momen peringatan 13 tahun tsunami Aceh ini harus benar-benar membuat rakyat Aceh sadar dan takut kejadian yang sama akan terulang, karena banyaknya maksiat yang terjadi sekarang.
Sudah saatnya kita saling mengoreksi diri masing-masing dan memperabaiki “kerusakan” yang telah kita perbuat di tanah Serambi Mekkah dengan dosa-dosa kita.
Mulai meramaikan rumah-rumah Allah dengan shalat berjamaah, mengahdiri majelis-majelis ilmu dan kegiatan keagamaan lainnya.
Semoga rakyat Aceh selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala dan dijauhi dari segala bentuk macam musibah dan malapetaka.
Rajin dalam beribadah kepada Allah sehingga mendatangkan rahmat dan kecintaan dari-Nya.
* Penulis, Rahim Rivari adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prodi Komunikasi Penyiaran Isalm, Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rahim-rivari_20171226_210219.jpg)