Kupi Beungoh
381 Tahun Iskandar Muda – Mengenal Kapal Sang Mahkota Alam, Espanto del Mundo, Kata Orang Portugis
Setiap kali melihat kapal ini, para prajurit angkatan laut Portugis berteriak “Espanto del Mundo” (teror dunia).
Selain kapal Cakra Donya dengan kapasitas 800 orang dan dilengkapi beragam ukuran meriam, terdapat beberapa kapal lainnya yang digunakan untuk mengawal kapal induk, seperti Cakra Alam, Rijalul ‘Asyiqin, Nurul ‘Isyqi, Cari Lawan, dan Naga Kentara. (Profil kapal-kapal ini akan ditulis terpisah)
Kapal-kapal tersebut masih digunakan setelah Sultan Iskandar Muda mangkat tanggal 27 Desember 1636 di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), terutama untuk menjaga kedaulatan Kerajaan Aceh dan Islam Melayu.
Hikayat Meukuta Alam tidak mendeskripsikan detail bentuk kapal, namun kehebatannya dalam menangani Portugis cukup menunjukkan besar dan hebatnya kapal tersebut.
Kini, sumber-sumber pendukung lainnya –seperti di Portugal, Spanyol, Belanda dan Turki- sangat diperlukan untuk merepro kembali reka kapal Cakra Donya dan lainnya sebagai kapal dan sultan Aceh yang terkenal tersebut sebagai penguasa di Laut Asia Tenggara.(*)
* Penulis adalah Peneliti Manuskrip Kuno dan Dosen di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.