KUPI BEUNGOH
Berilmu Itu Hebat, Beradab Itu Mulia
Seorang murid yang beradab akan menghormati gurunya, tidak memotong pembicaraan, dan menerima ilmu dengan penuh kesungguhan
Penulis: Dr. Iswadi, M.Pd*)
Di tengah kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan telah menjadi pilar utama dalam membangun peradaban.
Orang yang berilmu dihargai, dijadikan panutan, dan bahkan dipercaya untuk memimpin.
Ilmu membuat seseorang mampu membaca dunia, memahami realitas, dan menciptakan solusi.
Namun, di balik kehebatan ilmu, ada sesuatu yang lebih halus namun jauh lebih mendalam adab
Adab bukan sekadar tata krama atau sopan santun dalam pergaulan.
Ia adalah fondasi moral dan spiritual yang membentuk karakter seseorang.
Adab mencakup akhlak, sikap hormat kepada orang lain, rendah hati, serta kesadaran diri dalam bertindak dan berbicara.
Tanpa adab, ilmu yang tinggi pun bisa menjadi senjata yang membahayakan.
Banyak ulama terdahulu yang meletakkan adab di atas ilmu.
Imam Malik rahimahullah, misalnya, pernah berkata kepada anak muridnya, “Pelajarilah adab sebelum menuntut ilmu.”
Bahkan para orang tua di zaman dahulu kerap mengirim anak-anak mereka untuk belajar akhlak dan adab dari para guru sebelum mereka diajarkan membaca atau menulis.
Mengapa? Karena mereka memahami bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan, keangkuhan, dan kerusakan.
Baca juga: Buya Yahya Sebut 3 Adab Berbicara dengan Orang Tua Sehingga Berkah Dunia Akhirat
Bayangkan seseorang yang sangat cerdas, menguasai banyak bidang ilmu, namun angkuh, meremehkan orang lain, dan suka merendahkan.
Ilmunya tidak membawa kebaikan bagi sekitar, bahkan bisa menjadi sumber perpecahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta_19042024.jpg)