Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat

Intinya, diet makanan sehat biasa -yang tentunya tidak bertujuan menurunkan berat badan- akan menguntungkan ibu dan bayi.

Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Peneliti mengungkapkan bahwa mereka yang melahirkan secara 'normal' tetapi tetap mengalami nyeri haid kemungkinan mengalami endometriosis.

Namun, sebuah asosiasi gen pada 2016 lalu menyebut bahwa faktor genetik ternyata berpengaruh pada haid.

Ini berarti, jika nyeri haid Anda perih sekali dan tidak hilang-hilang setelah melahirkan, kemungkinan itu karena faktor genetika Anda.

Jangan naik pesawat

Maskapai penerbangan melarang perempuan di penghujung kehamilan untuk terbang, bukan karena terbang bisa mengganggu janin, tetapi karena maskapai tidak menginginkan si calon ibu melahirkan bayinya di pesawat.

Sementara pada kehamilan usia muda, para ilmuwan menjadikan pramugari sebagai objek penelitian, bukan penumpang.

Baca: Hamil di Dalam Rongga Perut, Wanita Asal Langsa Berhasil Dioperasi di RSUZA Banda Aceh

Sebuah studi di Finlandia pada tahun 1999 memperlihatkan hasil yang menarik. Berdasarkan data pada 1978 hingga 1994 terdapat sedikit peningkatan jumlah pramugari yang keguguran.

Namun, mereka yang terbang di antara tahun 1973 dan 1977, lebih sedikit yang keguguran.

Bahkan pada tahun-tahun belakangan ini, meskipun risiko keguguran pramugari tetap tidak kecil, masih belum diketahui pasti apakah penyebabnya adalah karena mereka terbang atau karena beban pekerjaan.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved