Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat

Intinya, diet makanan sehat biasa -yang tentunya tidak bertujuan menurunkan berat badan- akan menguntungkan ibu dan bayi.

Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Berdasarkan hipotesis, nyeri haid akan berkurang seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia.

Pada 2006, sebuah tim di Taiwan melakukan penelitian pada perempuan berusia di atas 40 tahun, dan memang menemukan fakta bahwa nyeri yang mereka alami berkurang seiring penuaan, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki anak.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan baru, apakah sebenarnya pertambahan umur atau karena faktor melahirkan yang membuat nyeri berkurang.

Untuk mencari tahu jawabannya, tim tersebut meneliti 3.500 perempuan selama delapan tahun.

Sepanjang waktu itu, ada yang melahirkan, dan mereka kemudian merasakan nyeri haidnya berkurang. Namun, kondisi ini ternyata tidak berlaku untuk semua orang.

Baca: Wanita Cantik Ini Menipu Miliaran Rupiah, Modusnya Arisan, Hamil 7 Bulan tapi Status Belum Kawin

Bagi mereka yang dioperasi caesar, sebanyak 51% masih merasakan nyeri. Sementara sebanyak 35% yang melahirkan 'normal' juga masih merasakan nyeri.

Lama kehamilan ternyata juga berpengaruh. Sebanyak 77% ibu yang melahirkan bayinya secara prematur masih merasakan nyeri haid.

Jadi, kesimpulannya melahirkan memang menghilangkan nyeri haid bagi sebagian perempuan, tapi tidak bagi semua perempuan.

Ilmuwan berspekulasi bahwa kelahiran normal lebih efektif mengurangi nyeri karena luka di bagian pelvis merusak saraf perasa yang terhubung dengan uterus dan otak, sehingga nyeri tak lagi terasa.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved