Sabtu, 2 Mei 2026

Peneliti Sebut "Mumnesia" Nyata, Wanita Hamil Jadi Pelupa dan Sulit Konsentrasi

Baby brain sendiri merupakan suatu sindrom yang nyata dan terukur. Sebuah penelitian di Australia mengkonfirmasi hal ini.

Tayang:
Editor: Fatimah
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Saat hamil, biasanya ada banyak perubahan pada diri seorang ibu. Salah satunya adalah gangguan yang membuat ibu lebih pelupa atau sulit berkonsentrasi.

Di beberapa negara, gangguan semacam ini disebut dengan " baby brain". Biasanya gangguan ini akan sangat terasa pada trimester 3 kehamilan.

Baby brain sendiri merupakan suatu sindrom yang nyata dan terukur. Sebuah penelitian di Australia mengkonfirmasi hal ini.

Para peneliti dari Deakin University, Australia melakukan meta-analisis terhadap 20 penelitian yang melibatkan 1.200 wanita untuk membuktikannya.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa fungsi kognitif secara keseluruhan pada wanita hamil lebih buruk dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil.

Gangguan yang juga sering disebut dengan "mumnesia" tersebut sering dimanisfestasikan sebagai semacam kenaikan kekosongan pikiran. Beberapa gejala yang sering dilaporkan misalnya adalah sering lupa, kehilangan jejak percakapan, mengalami kesulitan membaca, dan menunda pekerjaan.

Baca: Mirisnya Nasib Buruh Garmen Wanita, Terpaksa Sembunyikan Kehamilan Karena Alasan Ini

"Fungsi kognitif umum, memori, dan fungsi eksekutif otak berkurang secara signifikan selama trimester ketiga kehamilan, namun tidak selama dua trimester awal," tulis laporan tersebut dalam Medical Journal of Australia yang terbit pada Januari 2018.

Dalam penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa sebenarnya perubahan fungsi kognitif dan memori sudah terjadi sejak awal kehamilan. Tapi gangguan ini baru terlihat jelas pada trimester ketiga.

"Penurunan (kognitif) mulai terjadi antara trimester pertama dan kedua, dan kemudian terlihat seperti stabilisasi... tapi paling jelas pada trimester ketiga," ungkap Linda Bryne, penulis utama penelitian ini dikutip dari ABC News, Senin (15/01/2018).

Profesor Bryne juga mengatakan bahwa hasil ini konsisten dengan temuan terbaru tentang reduksi jangka panjang volume materi abu-abu otak selama kehamilan terjadi.

"Sepertinya alasan wanita hamil memiliki pengurangan materi abu-abu karena mungkin merekrut area tersebut ke area yang lebih penting terkait dengan kemampuan membesarkan anak, seperti ikatan emosional dan kognisi sosial," kata Bryne.

Untuk temuannya ini, Profesor Bryne menyebut perlu "penafsiran yang hati-hati".

Baca: Mitos Seputar Kehamilan, Makan Dua Kali Lebih Banyak Hingga Dilarang Naik Pesawat

"Kami tidak berbicara tentang gangguan yang akan menghentikan (wanita hamil) melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya, atau berfungsi dalam pekerjaan mereka. Ini lebih seperti pada perasaan bahwa kemampuan mereka hanya tidak seperti dalam waktu normal," ungkap Profesor Bryne.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved