Istilah Pelakor Makin Viral, Begini Pendapat Peneliti Linguistik

Ini sebutan bagi perempuan yang dianggap bertanggung jawab merusak hubungan pernikahan sepasang suami istri

Istilah Pelakor Makin Viral, Begini Pendapat Peneliti Linguistik
Capture Video
Dua Wanita di Aceh Berkelahi Gara-gara Pelakor 

SERAMBINEWS.COM - Belakangan ini masyarakat Indonesia dibombardir cerita-cerita mengenai “ pelakor” (perebut (le)laki orang).

Ini sebutan bagi perempuan yang dianggap bertanggung jawab merusak hubungan pernikahan sepasang suami istri.

Kita terpapar cerita-cerita ini hampir setiap hari, baik di media sosial atau di saluran media tradisional.

Baca: Soal Rekaman Wanita Disiram Uang Karena Dituduh Pelakor, Begini Saran Pengacara Hotman Paris Hutapea

Banyak orang mengekspresikan kebencian mereka terhadap “pelakor” di media sosial.

Meski pernyataan yang netral dan cukup reflektif ada, sikap yang menunjukkan kebencian lebih mudah ditemukan, setidaknya di Instagram, platform media sosial berbasis gambar dan teks yang sering digunakan orang untuk berbagi berita.

Ujaran kebencian ini umumnya ditujukan pada perempuan tertuduh, dengan digunakannya istilah “pelakor”.

Sebagai peneliti linguistik saya ingin mengangkat satu masalah dari penggunaan istilah “pelakor” dalam percakapan mengenai perselingkuhan.

Baca: Tak Terima Suami Direbut Sahabat, Istri Sah Labrak Pelakor dan Lempari Uang Ratusan Juta Rupiah

Yakni istilah ini digunakan untuk menyalahkan dan mempermalukan perempuan dan sama-sekali tidak menyalahkan laki-laki yang melakukan perselingkuhan.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved