Heboh Air dalam Botol Aqua dan Nestle Mengandung Partikel Plastik, BPOM Angkat Bicara

BPOM menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kajian ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik pada kesehatan manusia.

Heboh Air dalam Botol Aqua dan Nestle Mengandung Partikel Plastik, BPOM Angkat Bicara
Botol plastik kemasan minuman ini diteliti oleh para ilmuwan dari State University of New York untuk menguji apakah ada kandungan partikel plastiknya 

Contact Center HALO BPOM adalah 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, dan email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, organisasi jurnalisme, Orb Media, memimpin investigasi terhadap 11 merek minuman kemasan taraf dunia dan lokal.

Tujuan penelitian mereka adalah meneliti kandungan plastik di dalam botol kemasan. 

Dalam melakukan penelitiannya, mereka menggandeng State University of New York di Amerika Serikat. 

Dari 11 merek minuman, mereka mendapati air di dalam Aqua Danone dan Nestle Pure Life yang tersebar di Indonesia mengandung partikel plastik.

(Baca: Ahli Temukan Air di Botol Aqua dan Nestle Ditengarai Mengandung Partikel Plastik)

(Baca: Jangan Asal Makan, 6 Makanan Ini Dapat Sebabkan Kematian Jika Salah Pengolahan)

(Baca: Pria Inggris Alami Pendarahan Otak Setelah Minum 25 Kaleng Minuman Energi Dalam 6 Jam)

Bahkan, merek Evian dan San Pellegrino tak luput dari temuan partikel plastik tersebut. "Kami menemukan (plastik) di dalam botol demi botol dan merek demi merek," kata Sherri Mason, profesor kimia dari State University of New York yang dilibatkan dalam investigasi, kepada BBC.

"Ini bukan soal mencari kesalahan merek tertentu. Ini benar-benar ingin menunjukkan bahwa hal tersebut ada di mana-mana bahwa plastik menjadi materi yang menyebar di masyarakat kita dan bisa menembus air.

Semua produk ini adalah yang kita konsumsi pada level mendasar," sambungnya. Saat ini, memang tak ada bukti yang mengungkap bahwa mencerna plastik dalam wujud sangat kecil (mikroplastik) dapat menimbulkan masalah kesehatan atau penyakit.(*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved