Salam

Perempuan dalam Sindikat Kejahatan

Keberadaan kaum wanita dalam jaringan berbagai kejahatan semakin meningkat. Belakangan ini muncul wanita-wanita

Perempuan dalam Sindikat Kejahatan
Tribun Batam
Ilustrasi 

Keberadaan kaum wanita dalam jaringan berbagai kejahatan semakin meningkat. Belakangan ini muncul wanita-wanita yang menjadi pelaku bom bunuh diri dalam beberapa aksi teror, semakin mempertegas betapa wanita sudah hadir dan menjadi pelaku di lingkar-lingkar kejahatan, terutama yang berjaringan antarnegara.

Contoh kecil, dua hari lalu, kepolisian di Aceh Timur menangkap seorang ibu rumah tangga yang kedapatan menjual pil ekstasi. Dari tersangka polisi menyita 153 butir obat terlarang itu. Hasil interogasi, wanita itu mengaku meperdagangkan ekstasi atas perintah seorang pria yang kini berstatus tersangka pengedar sabu-sabu. Pria itu kini meringkuk di Rumah Tahanan Negara Idi. Sedangkan sang wanita pedagang ekstasi ditahan di Mapolres Aceh Timur.

Sebelumnya, banyak juga perempuan-perempuan di daerah ini yang ditangkap polisi karena terlibat dalam berbagai kejahatan, misalnya ikut serta dalam penodongan, perampasan kendaraan bermotor, pembunuhan, atau bahkan otak perampokan.

Para peneliti menyimpulkan beberapa faktor pendorong yang menyebabkan wanita melakukan tindakan kriminalitas. Bagi wanita, faktor utama yang menjadi pendorong melakukan tindakan kriminal adalah karna alasan-alasan yang bersifat psikis. Seperti hal nya rasa dendam atau sakit hati, rasa cemburu, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tidak jarang juga faktor lain seperti faktor ekonomi atau lingkungan juga menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya tindakan kriminal.

Satu penelitian yang dilakukan secara serius menyebutkan wanita berstatus ibu rumah tangga ternyata yang lebih dominan melakukan tindakan kejahatan. Mengapa? Karena ibu rumah tangga memiliki waktu luang yang lebih banyak, sehingga mereka lebih sering melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian masalah-masalah yang timbul karna hal itu justru lebih banyak.

Para ahli mengatakan, tang jelas, terjerumusnya kaum perempuan dalam dunia kejahatan merupakan salah satu akibat dari terjadinya disorganisasi sosial. Seperti yang kita ketahui bahwa kriminal atau jahat itu bukan merupakan bawaan sejak lahir juga bukan merupkan warisan biologis. Tingkah laku kriminal itu bisa dilakukan siapapun juga dengan berbagai faktor pendorongnya.

Dan, tindak kejahatan bisa dilakukan secara sadar yaitu dipikirkan, direncanakan dan diarahkan pada maksud tertentu. Namun, bisa juga dilakukan secara setengah sadar misalnya, karena dorongan-dorongan paksaan yang sangat kuat dan oleh obsesi-obsesi. Nah?!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved