Sabtu, 2 Mei 2026

Malaysia

Hubungan Malaysia dan Singapura Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Keduanya

Hal itu membuat Singapura akhirnya mengadukan masalah itu ke pengadilan Internasional milik PBB (ICJ) pada tahun 2003.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Kolase militer Singapura dan Malaysia 

SERAMBINEWS.COM - Hubungan antara Malaysia dan Singapura kembali memanas.

Kawasan Pedra Branca atau Batu Puteh merupakan kawasan sengketa semenjak Malaysia mengklaimnya dalam peta mereka yang dipublikasikan pada tahun 1979.

Hal itu membuat Singapura akhirnya mengadukan masalah itu ke pengadilan Internasional milik PBB (ICJ) pada tahun 2003.

Hasil pengadilan PBB memutuskan, Pedra Branca merupakan milik Singapura.

Sedangkan gugusan batu masuk ke dalam kekuasaan Malaysia.

Malaysia tidak terima dengan hasil tersebut, dan mengajukan peninjauan ulang atas keputusan ICJ di 2 Februari 2017 tersebut dengan memberikan bukti baru.

Bukti yang dimaksud adalah tiga dokumen yang diambil dari Arsip Nasional Inggris, dan menunjukkan bahwa Singapura tidak berhak atas Pedra Branca selama 1950-1960.

Baca: BREAKING NEWS - Rumah dan Toko di Kramat Dalam Terbakar

Baca: Syed Saddiq, Generasi Pemimpin Baru Malaysia, Politisi Muda yang Tumbangkan Petahana Tiga Periode

Dilansir dari Kompas.com, Singapura juga tak mau mengalah, mereka membalas dengan memberi laporan pengamatan tertulis yang disebut sebagai "bantahan komprehensif".

Malaysia lalu mengajukan peninjauan ulang yang kedua pada 30 Juni 2017 yang meminta agar ICJ memberikan hak atas perairan di sekitar Pedra Branca.

Langkah Malaysia itu mendapat kecaman dari Kementerian Luar Negeri Singapura sebagai gugatan yang "membingungkan, tidak penting, dan tidak pantas".

Namun, pada Rabu (30/5/2018), Kemenlu Singapura mengumumkan Malaysia telah menarik gugatan yang mereka layangkan ke ICJ sejak 2017.

Baca: Wagub Aceh: Alquran Kunci Membangun Generasi Aceh yang Cerdas dan Bertaqwa

Baca: Fadakom UIN Ar Raniry Safari ke Aceh Jaya, Sambangi 10 Masjid


Kantor berita AFP melaporkan Rabu (30/5/2018), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan rencana untuk membangun pulau di gugus batuan (Middle Rocks) yang dekat dengan wilayah Singapura.

Hal ini tentu saja berpotensi membuat negara-negara tetangganya marah, terutama Singapura pastinya.

Sebelumnya, Singapura sudah sempat dikejutkan dengan pernyatan Mahathir yang berniat membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura yang diteken pada 2016.

Dan kini Singapura juga kaget untuk kedua kalinya, dalam konferensi pers seusai rapat kabinet, Mahathir mengungkapkan bahwa dia berencana mengembangkan Middle Rock menjadi pulau kecil.

"Adalah kepentingan kami mengubah Middle Rock menjadi pulau yang menguntungkan," beber PM 92 tahun itu dilansir dari Channel News Asia.

Baca: Dicurigai Terlibat Bisnis Sabu-sabu, Oknum Polisi Agara Digerebek di Rumah Kosong, Ini Hasilnya!

Baca: Air Kelapa Muda dan Air Tebu Tetap Takjil Favorit Berbuka di Aceh Barat Daya

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved