Selasa, 21 April 2026

Pabrik Semen Andalas Butuh 135 Ton Sekam Padi Per Hari, untuk Bahan Bakar Alternatif

Pabrik Semen Andalas di Lhoknga Aceh Besar, membutuhkan sekam padi sebanyak 135 ton per hari, sebagai bahan bakar tambahan alternatif dalam rangka me

Penulis: Herianto | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadisperindag Aceh, M Raudhi, bersama rombongan melihat tumpukan sekam padi di lokasi Pabrik Semen Andalas di Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (19/2/2019) yang akan dijadikan bahan bakar tambahan alternatif. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Untuk memproduksi semen klingker, Pabrik Semen Andalas di Lhoknga Aceh Besar, membutuhkan sekam padi sebanyak 135 ton per hari, sebagai bahan bakar tambahan alternatif dalam rangka mengurangi polusi udara.

“Sekam padi sebanyak itu kita peroleh dari pabrik pengilingan padi yang terdapat di Aceh yang di pasok oleh enam perusahaan lokal ke pabrik semen andalas di Lhoknga, Aceh Besar,” kata Tehnikal Manejer PT Sosuli Bangun Andalas, Anwar Bhakti dalam pertemuan dengan Kadisperindag Aceh, Muhammad Raudhi, dan rombongan Selasa (19/2/2019) di ruang pertemuan PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, Aceh Besar.

Pada pertemuan Kadisperindag dan rombongan dengan pihak manajemen PT Solusi Bangun Andalas, anak perusahaannya PT Solusi Bangun Indonesia, Group PT Semen Indonesia di Lhoknga Aceh Besar itu, Teknikal Menejernya, Anwar Bakti, didampingi  Herman Ismail, sebagai Area Sales Menejer NAD,  Burhansyah Usman, sebagai Health and Safety Meneger, dan Faraby Azwany, sebagai Comunication and Event Specialist PT Solusi Bangun Andalas.

Anwar Bhakti mengatakan, pabrik semen andalas menggunakan sekam padi sebagai tambahan bahan bakar alternatif untuk pembakaran semen klingkernya.

Baca: 51 TKA Asal China yang Diamankan di Pabrik Semen Lhoknga Sudah Diterbangkan ke Jakarta

Baca: Dewan Aceh Besar Sidak ke Pabrik Semen Lhoknga

Baca: VIDEO - Melihat Lokasi Pembangunan Pabrik Semen di Laweung

Baca: Produksi Semen Andalas Normal

Pertama untuk mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara, yang dikenal sebagai bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui dan memiliki tingkat pencemaran udara yang tergolong tinggi.

Sedangkan sekam padi, kata Anwar Bhakti, adalah bahan bakar elternatif yang bisa dihasilkan setiap tahun pada masa panen padi, memiliki tingkat kadar kalori atau panas yang cukup lumayan tinggi.

Kebutuhan sekam padi sebanyak 135 ton per hari itu, sebut Anwar Bhakti, baru merupakan 6-8 persen dari total kebutuhan bahan bakar untuk proses pembutan semen klingker.

Rencananya, akan dinaikkan kebutuhan sekam padi itu mencapai 20 persen, dari total kebutuhan bahan bakar yang digunakan.

Tujuan lain dari penggunaan bahan bakar sekam padi bagi proses pembuatan semen klingker, menurut Faraby Azwany, disamping untuk pengurangan penggunaan batu bara dan penyehatan lingkungan hidup, juga untuk membantu masyarakat.

Setelah Pabrik Semen Andalas membeli sekam padi, di lingkungan pabrik penggilingan padi, sudah tumbuh kelompok usaha kecil pengumpul sekam padi.

Sekam padi limbah penggilingan padi, dikumpulkan masyarakat dimasukkan ke dalam goni pupuk dengan berat 9–10 KG, dijual dengan harga Rp 9.000 – Rp 10.000/karung.

Sebelumnya, kata Faraby Azwany, sekam padi itu dibakar digunkan sebagai abu dapur.

Tapi setelah ada yang mau menampungnya, dimasukkan ke dalam karung bekas pupuk, dijual kepada pedagang penampungnya.

Baca: Komisi VI DPR RI Segera Panggil PT SI, Terkait Persoalan Pabrik Semen Laweung

Baca: Ambil Semen di Krueng Raya, Truk Antre 3 Hari

Baca: Bagaimana Kelanjutan Pembangunan Pabrik Semen Laweung, Ini Penjelasan Abusyik

Baca: PT SCA Teken MoU Pabrik Semen di Laweung, Jubir PNA: Akan Ada Pekerja China Datang ke Pidie

Sebelum sekam padi, ungkap Anwar Bhakti, pihaknya juga pernah membeli kulit kopi, sawit dan arang tempurung, tapi karena pemasokkanya tidak bisa memenuhi jumlah kuota yang dibutuhkan per hari, akhirnya dialihkan ke sekam padi.

Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi mengatakan, kebijakan manajemen pabrik semen andalas menggunakan sekam padi sebagai tambahan bahan bakar alternatif proses pembuatan semen kingkernya patut diapresiasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved