Bupati Dihadang, Adc Cabut Pistol

Serombongan warga menghadang Bupati Aceh Barat, H Ramli MS di halaman Kantor Camat Arongan Lambalek

Bupati Dihadang, Adc Cabut Pistol
IST
Massa dari Desa Arongan Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat ketika menghadang bupati di halaman kantor camat setempat, Rabu (20/2). 

Mengetahui ada keributan di pekarangan, peserta Musrenbang termasuk dari kepolisian dan TNI langsung berlarian ke luar. Dalam waktu bersamaan bupati langsung menaiki mobil dan secepatnya meninggalkan lokasi tersebut meski sejumlah ibu-ibu berusaha menghadang di depan mobil.

Mendapat laporan insiden tersebut, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa langsung turun ke Arongan Lambalek yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Meulaboh. Kapolres menemui Camat Arongan Lambalek serta sejumlah aparatur desa mempertanyakan peristiwa tersebut.

“Ya, saya langsung ke Arongan Lambalek untuk mencari tahu tentang peristiwa tersebut. Saya sudah duduk dengan camat dan pihak-pihak lainnya,” kata Kapolres Aceh Barat menjawab Serambi, kemarin.

Menurutnya, terhadap dugaan adanya pemukulan sejumlah warga oleh seorang anggota polisi yang melakukan pengamanan tertutup terhadap bupati masih dilakukan penyelidikan oleh Provos Polres Aceh Barat. “Sejauh ini masih diperiksa saksi pelapor. Nanti akan kita lihat perkembangan dari pemeriksaan. Tentu juga akan diperiksa anggota polisi tersebut,” katanya.

Bobby mengatakan, terkait peristiwa itu pihaknya juga sudah meminta Polsek Arongan Lambalek terus mengawasi sehingga tidak ada lagi persoalan lanjutan.

Tiga warga Desa Arongan yang mengaku jadi korban pemukulan oleh ajudan bupati langsung membuat laporan resmi ke Polsek Arongan Lambalek. Warga tersebut juga melaporkan ajudan bupati yang mengeluarkan pistol dan mengacungkan ke warga.

Tiga warga yang telah membuat laporan adalah Dedi Gunawan, Herman dan Safrizal.

Seorang pelapor bernama Herman mengungkapkan, mereka sebenarnya ingin menemui bupati secara baik-baik, tetapi bupati malah menolak. Padahal persoalan yang disampaikan warga Arongan menyangkut persoalan desa yang terus berlarut. “Kami sudah berulang kali menyampaikan ke kantor bupati dan ke camat tapi tak ada penyelesaian,” katanya.

Menurut Herman, ketika mengetahui Bupati Ramli ke Kantor Camat Arongan Lambalek, mereka pun beramai-ramai datang untuk menyampaikan asporasi. Namun yang terjadi adalah perlakukan kasar oleh ajudan bupati bahkan ada warga yang kena tonjok dan tendang. “Malah senjata diarahkan ke kaum ibu,” kata Herman yang mengaku terkena tendangan di paha.

Abdullah selaku koordinator warga Arongan menambahkan, mereka ingin bupati menyelesaikan persoalan desa. Saat ini sebagian warga Arongan menetap di pertapakan lama pascatsunami dan sebagian lainnya menetap di perumahan relokasi di Desa Seuneubok Tengoh yakni sekitar 10 kilometer dari lokasi mereka yang pernah dihantam tsunami. Bahkan, Pjs Keuchik Arongan yang baru dilantik beberapa bulan lalu juga menetap di rumah relokasi yang menumpang dalam wilayah Desa Seuneubok Teungoh.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved