Opini
Menghindari Blunder
BAGI mereka yang suka permainan sepakbola tentu tidak asing dengan kata blunder
Bagi yang masih duduk di kursi parlemen pasti ingin tetap bertahan sebagai anggota dewan yang terhormat. Tak ada satu pun yang bercita-cita alih profesi menjadi pengamen, misalnya. Yang belum terpilih, pasti berharap dipilih.
Tak ada juga yang mau saban tahun ikut ajang pemilihan, tapi hanya sekadar menjadi tambahan “manisan” bagi orang lain. Jika ini terus berlaku, dipastikan saat pulang ke rumah sang isteri akan marah-marah. Boleh jadi suatu waktu dia akan meradang dan bilang, “Ah, payah si Abang. Selalu bikin Adek susah sampai harus jual gelang.” Masih beruntung juga jika dia tak minta pisah karena teringat dan kasihan pada nasib si anak, buah cinta mereka.
Pesan saya, para caleg harus selalu menjaga hati dan perasaan para pelanggan, calon pemilih. Jangan sekali-kali melakukan kesalahan. Sekali caleg membuat blunder, maka Anda akan “diblender”. Jadi, berhati-hatilah!
* Rustam Effendi, Lektor Kepala pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan pengamat ekonomi Aceh. Email: rust.effendi1962@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panggung-kampanye-di-lapangan-sepakbola-pulo-kiton-kota-juang-bireuen-maret-2019.jpg)