Miliki Anak Masih Kecil di Aceh Timur, Keluarga Mohon Dua Kapten Kapal Ditahan di Myanmar Dibebaskan

“Harapan saya agar suami saya cepat dipulangkan. Kami memiliki tiga anak masih kecil, dan butuh biaya sekolah,”

Miliki Anak Masih Kecil di Aceh Timur, Keluarga Mohon Dua Kapten Kapal Ditahan di Myanmar Dibebaskan
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Yanti (kanan), istri Jamaluddin, kapten kapal KM Bintang Jasa 2, didampingi adik kapten Jamaliah, dan tiga anaknya saat di wawancarai Serambinews.com, di kediamannya di Gampong Buket Langa, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin (15/4/2019). 

Saat Serah Terima Nelayan di Aceh Timur, Keluarga Mohon Dua Kapten Kapal di Myanmar Dibebaskan

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh, Selasa 16 April 2019, memulangkan 22 ABK KM Troya yang sempat ditahan Pemerintah Myanmar sejak 6 Februari 2019.

Karena tuduhan melakukan pencurian ikan di wilayah perairan negara tersebut.

Prosesi serah terima nelayan diserahkan Pemprov Aceh diwakili Yusri, selaku Kabid Linjamsos Dinsos Aceh yang disambut oleh Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib, Sekda Aceh Timur, M Ikhsan Ahkyat, beserta jajaran, di Pendopo Bupati Aceh Timur, Idi Rayeuk, Selasa (16/4/2019).

Baca: Pemkab Aceh Timur Sambut 22 Nelayan yang Dibebaskan Myanmar

Usai dipeuseujuk, kemudian Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib, didampingi Tgk M Nur atau Abi Gurep, menyerahkan bingkisan, dan santunan uang nontunai kepada para nelayan.

Acara diakhiri dengan penandatangan berita acara serah terima nelayan dari Pemprov Aceh ke Pemkab Aceh Timur.

Kepala UPTD PPN Idi, Ermansyah, mengatakan, sejauh ini ada dua lagi kapten kapal yang ditahan Myanmar belum dibebaskan, yaitu Jamaluddin, Kapten kapal KM Bintang Jasa, dan Zulfadli, kapten kapal KM Troya.

Baca: 22 Nelayan Aceh Ditangkap di Myanmar, Mengira Dihadang Perompak Hingga Makan Nasi dengan Kedelai

Sedangkan, Muhajir kapten kapal, dan 10 ABK KM Harapan Baroe, yang ditangkap pihak keamanan Thailand Jumat (5/4/2019) lalu, semuanya telah dibebaskan dan tiba di Pelabuhan Perikanan Idi Selasa 9 April 2019 lalu, dengan sehat dan selamat.

Terkait dua kapten kapal yang masih ditahan, pihak keluarga para kapten itu memohon kepada pemerintah Myanmar, agar segera memulangkan kedua kapten kapal tersebut.

Halaman
123
Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved