Petugas Satpol PP Kembali Tertibkan Pedagang Ikan di Jembatan Peunayong, Sita Becak dan 2 Ember Ikan

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh kembali menertibkan pedagang ilegal yang berjualan ikan di Jembatan Peunayong,

Petugas Satpol PP Kembali Tertibkan Pedagang Ikan di Jembatan Peunayong, Sita Becak dan 2 Ember Ikan
Dok. Satpol PP Banda Aceh
Satpol PP Banda Aceh mengamankan seorang penjual ikan beserta dagangannya dari Jembatan Peunayong, Banda Aceh, Rabu (17/4/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh kembali menertibkan pedagang ilegal yang berjualan ikan di Jembatan Peunayong, Banda Aceh, Rabu (17/4/2019) sore.

Satu dari empat pedagang berhasil diamankan beserta dagangannya saat mangkal di kawasan terlarang berjualan itu, sementara tiga lainnya berhasil lolos dan lari terbirit-birit saat melihat petugas.

Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh, M Hidayat, Rabu (17/4/2019). Dari seorang pedagang yang berhasil diamankan itu, ucapnya, petugas menyita 1 becak, 2 ember ikan, dan 2 tong ikan, yang akhirnya dibawa ke kantor.

Menurutnya, penertiban di kawasan terlarang itu rutin dilakukan setiap hari, dimana petugas berpatroli untuk mengecek kawasan jembatan karena sering diduduki pedagang liar.

Baca: Kasatpol PP Banda Aceh: Seharusnya Parpol dan Caleg Bersihkan Sendiri APK

Baca: Satpol PP Tangkap 11 Sapi

Baca: Pedagang Ikan di Jembatan Peunayong Ditertibkan, Ini Dampak yang Ditimbulkan

Baca: Pedagang Ikan di Pante Tengah Sigli Mengadu ke Dewan, Ini Masalahnya

“Memang jumlahnya sekarang sudah berkurang, karena banyak yang sudah menandatangani surat pernyataan dengan kami. Tapi yang sedikit ini sering kucing-kucingan dengan petugas,” ujarnya.

Hidayat mengungkapkan, hampir seluruh titik jembatan sering dihinggapi pedagang. Mereka disebut ilegal karena bukan murni pedagang serta tidak memiliki lapak di dalam pasar ikan Peunayong.

“Jumlah mereka di situ tergantung dengan hasil tangkapan nelayan. Rata-rata, mereka ini membantu nelayan membersihkan kapal, sehingga diberi jatah ikan satu ember kecil, jadi bukan pedagang resmi,” jelas dia.

Padahal menurutnya, petugas sudah membubuhkan papan larangan berjualan di kawasan itu, serta memberitahukan lewat pengeras suara bahwa lokasi tersebut terlarang untuk berjualan. Namun upaya tersebut sepertinya tidak mempan.

Maka dari itu, sebagai efek jera, Satpol PP akan melakukan tipiring bersama jaksa dan hakim.

Halaman
12
Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved