Amanah Berat di Pundak Pemimpin, Dimintai Pertanggungjawaban di Hari Akhirat Kelak

Maka maksiat yang dilakukan oleh rakyat, dosanya pun ikut ditanggung oleh pemimpin yang ada di tempat itu

Amanah Berat di Pundak Pemimpin, Dimintai Pertanggungjawaban di Hari Akhirat Kelak
FOR SERAMBINEWS.COM
Rais 'Am (Ketua Umum) Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Tgk Marbawi Yusuf 

Maka maksiat yang dilakukan oleh rakyat, dosanya pun ikut ditanggung oleh pemimpin yang ada di tempat itu.

"‎Amanah yang dipundakkan kepada seorang pemimpin itu berat sekali, bukan hanya kemegahan dunia tapi juga membawa kemelaratan di akhirat‎. Karena kondisi tersebut, di hari akhirat nanti saat dimintai pertanggungjawaban di pengadilan Allah‎, ‎banyak orang yang menyesal dengan kepemimpinannya. ‎Pemimpin yang mendiamkan kemaksiatan, maka dosanya akan ditimpakan kepada pemimpin tersebut, karena pemimpin punya pasukan‎ untuk mencegah berbagai kemungkaran‎," terangnya.

Karena beratnya memikul amanah seorang pemimpin, Allah SWT juga mengingatkan manusia akan hal ini dalam Alquran Surat Al Ahzab ayat 72 yang artinya:

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak akan mampu melaksanakannya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan bodoh”.‎

Baca: Mualem Yakin Partai Aceh Capai Target ke DPRA, Bisa Raih 35 Kursi

‎Setiap pemimpin itu juga bisa membawanya menjadi ahli syurga atau ahli neraka, itu sangat tergantung seperti apa kepemimpinannya, apakah untuk mencari keridhaan Allah atau sebaliknya justru mendapat laknat dari Allah.

Dalam sejarah Islam, jelas Tgk Marbawi, banyak tokoh yang menangis ketika ia diberi jabatan sebagai pemimpin.

Karena, ia sadar dalam jabatan itu terkandung beban yang harus dipertanggung-jawabkan nanti di hadapan Allah.

Saat Umar bin Abdul Aziz diberitahu tentang kesepakatan kaum muslimin mengangkatnya sebagai pemimpin, ia malah menangis. Ia menyadari, amanah itu sangat berat di akhirat kelak.‎

"Tokoh-tokoh Islam itu sangat paham, mengayomi rakyat kecil dan berbuat adil untuk semua pihak dan golongan adalah urusan yang maha berat. Risikonya hanya dua, ia terjaga dan selamat hingga ke surga atau justru terpelanting jatuh ke neraka," jelasnya.

Baca: Hasil Sementara Pemilu 2019, Prabowo - Sandi dan Haji Uma Menang Besar di Aceh Selatan

Pemandangan terbalik jika menengok fenomena sekarang. Setiap orang saling berlomba ingin menjadi pemimpin.

Karena definisi pemimpin zaman ini adalah manusia yang dikelilingi kenikmatan dunia.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved