Jurnalisme Warga

PPS dan KPPS, Kerja Superman Makan Supermie

PENYELENGGARAAN Pemilu serentak 2019 banyak meninggalkan persolaan dan ini harus dievaluasi oleh pemerintah

PPS dan KPPS, Kerja Superman Makan Supermie
IST
ZULKIFLI, M.Kom, Kepala Bagian Humas Universitas Almuslim Peusangan dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Mesidah, Bener Meriah

Saya mengimbau pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar dapat mengalokasikan sedikit tambahan honor atau insentif lain, malah sebaiknya asuransi kerja, sebagai penghargaan atau reward bagi pahlawan demokrasi ini.

Sekarang dengan kenyataan yang sedemikian memprihatinkan di lapangan mari kita buka hati, bagaimana caranya untuk dapat memberikan perhatian bagi mereka dan pemerintah harus dapat mengambil satu sikap dan kebijakan untuk membantu para pahlawan demokrasi yang bernasih nahas ini.

Saya sempat menanyakan kepada beberapa petugas KPPS dan PPS di beberapa desa dalam Kabupaten Bireuen, mereka mengakui beban kerjanya cukup berat dan butuh ketelitian dan fisik yang prima untuk bisa menjalankan tugas tersebut.

Intinya mereka akui, pemilu serentak ini sangatlah berat bagi pelaksana dan pengawas di tingkat desa. Hal ini terjadi karena banyaknya tambahan kerja dari pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) yang bersamaan dengan kerja pemilihan legislatif (pileg). Jadi, kalau pemerintah tidak menambah dan memperhatikan sedikit tambahan honorarium atau dalam bentuk lainnya seperti asuransi bagi penyelenggara ini. Mungkin pembuat kebijakan dalam menyusun UU Pemilu hanya berpedoman pada penyelenggara pileg saja tanpa membayangkan tambahan kerja dari pemilihan presiden (pilpres), sehingga terjadinya persoalan seperti ini. Alhamdulillah, sudah ada wacana dari KPU untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilu ke depan, semoga akan lahir satu metode pemilu yang terbaik dan humanis.

Menurut UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ada 11 poin tugas PPS yang harus dilaksanakan, mulai dari pengumuman daftar pemilih mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya, belum lagi melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh KPU atau Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten/kota.

Begitu juga dengan KPPS yang berjumlah tujuh orang di setiap TPS, dengan tujuh poin tugas yang juga tak kalah berat, mulai dari pendaftaran pemilih yang butuh tingkat ketelitian dan rasa tanggung jawab yang tinggi, harus berjibaku siang malam, dan sedikit saja mereka lengah maka terjadilah kekeliruan dan pengisian data pemilih.

Selain itu, pada hari H pemilu mereka juga tidak boleh sembarangan meninggalkan lokasi karena demi menghindari munculnya kecurigaan, hujatan, saling tuduh, bahkan ancaman dari masyarakat dan peserta pemilu.

Maka tidak heran para penyelenggara, baik itu KPPS maupun PPS, harus tidur di lokasi TPS. Bahkan ada yang sampai dua hari berkutat di lokasi menunggu selesainya semua proses penghitungan dan rekap suara di TPS masing-masing. Belum lagi tantangan bagi petugas TPS di daerah terisolir dengan infrastruktur yang sangat terbatas.

Kepada para caleg dan timses yang sudah mendapat berbagai ilmu dari pembekalan dan amunisi strategi tentang berbagai proses tahapan pemilu, berhentilah saling mengklaim bahwa para jagoannyalah yang menang. Berhentilah menghujat para penyelenggara dengan hinaan dan cacian yang tidak mendasar apabila tidak ada bukti yang cukup.

Mari kita hormati proses demokrasi ini sesuai peraturan perundang-undangan dengan kepastian hukum sampai proses penetapan akhir yang dilakukan institusi resmi nantinya. Mari kita rawat demokrasi ini dalam bingkai persatuan dan persaudaraan yang penuh spirit kekeluargaan, hilangkan semua perbedaan dan warna partai, karena semua kita adalah ibarat satu tubuh.

Semoga semua kita jadi pemenang bukan pecundang. Salut dan apresiasi atas kerja ikhlas penyelenggara di tingkat gampong. Mari kita doakan dengan tulus semoga kerja ikhlas mereka menjadi tambahan amal pahala dan pengakuan dari masyarakat, sedangkan bagi mereka yang telah gugur dalam mengawal demokrasi ini semoga husnul khatimah dan berbalas surga. Amin. (zulladasicupak@gmail.com)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved