Breaking News:

Polemik Sekolah di Bulan Ramadhan, Begini Pendapat Anggota DPRA dan Pemerhati Budaya Aceh

Pasti ada jalan lain untuk mencukupkan jam pelajaran. Mari kita muliakan dan istimewakan bulan Suci Ramadhan

Kolase Serambinews.com
Kolase foto Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi dan Kolektor naskah kuno Aceh, Tarmizi A Hamid. 

Selain itu, Asrizal menyebut adanya keinginan orang tua murid agar selama bulan Ramadhan dapat mendidik anaknya di rumah, serta memudahkan memantau pelaksanaan puasa dan ibadah lain terhadap putra-putrinya.

Ditambahkan, momentum libur sekolah selama Ramadhan bisa dijadikan sarana pengawasan dan kontrol dari orang tua terhadap prestasi belajar anaknya selama sebelas bulan berjalan.

Baca: Penerimaan Peserta Didik Baru, Sistem Zonasi Perlu Disiasati Melalui Pendaftaran Online

Harus Ditinjau Ulang

Pemerhati Budaya dan Tradisi Aceh yang juga kolektor naskah kuno Aceh, Tarmizi A Hamid, juga merasa heran dengan kebijakan beberapa dinas pendidikan dan sekolah/pesantren terpadu di Aceh yang tetap melaksanakan proses belajar mengajar pada Bulan Suci Ramadhan.

“Sejak dulu seluruh sekolah di Aceh diliburkan selama bulan Ramadhan,  untuk memberi kesempatan kepada anak-anak yang masih di bawah umur untuk melatih diri berpuasa secara benar, dan memperdalam ilmu agama, termasuk tarawih dan tadarus,” ungkap Tarmizi A Hamid kepada Serambinews.com, Kamis (2/4/2019) malam.

Menurutnya, jika anak-anak dipaksa untuk bersekolah, maka mereka pasti akan kecapaian sehingga punya alasan untuk tidak berpuasa.

Imbas lainnya, jika tetap berpuasa sampai magrib tiba, anak-anak akan lelah dan lemas pada malamnya, sehingga tidak lagi pergi belajar Alquran atau bertadarus pada malam hari.

“Apalagi, kebiasaan anak-anak kita, terutama anak laki-laki pasti akan bermain sepakbola atau permainan lainnya saat sekolah,” ujarnya.

“Saya ingat betul, para pelajar, termasuk santri dayah dan pesantren terpadu juga diliburkan. Mereka diberikan buku absen tarawih, tadarus, dan sesekali disuruh bikin tulisan isi tausiah. Bagi santri dayah malah diberi tugas untuk mengasah kemampuan berpidato di meunasah-meunasah,” ujarnya.  

Laporan kegiatan selama Ramadhan itu, kata Tamizi, akan disampaikan pada saat sekolah dimulai setelah lebaran.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved