Breaking News:

Polemik Sekolah di Bulan Ramadhan, Begini Pendapat Anggota DPRA dan Pemerhati Budaya Aceh

Pasti ada jalan lain untuk mencukupkan jam pelajaran. Mari kita muliakan dan istimewakan bulan Suci Ramadhan

Kolase Serambinews.com
Kolase foto Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi dan Kolektor naskah kuno Aceh, Tarmizi A Hamid. 

“Inilah yang kemarin saya katakana pelan-pelan indentitas keacehan semakin pudar,” ungkap pria yang akrab disapa Cek Midi ini.

Karenanya, Cek Midi berharap kepada pihak Dinas Pendidikan Aceh, khusunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, untuk meninjau kembali kebijakan tersebut.

“Apalagi ini adalah Aceh, daerah khusus yang menerapkan syariat Islam. Saya pikir kalau alasan agar cukup jam pelajaran, kan bisa digunakan waktu lain dengan cara bikin les dan lainnya. Pasti ada jalan lain untuk mencukupkan jam pelajaran. Mari kita muliakan dan istimewakan bulan Suci Ramadhan,” pungkas Tarmizi A Hamid.

Baca: Identitas Aceh, Masih Adakah? Begini Paparan Ustaz Masrul Aidi, Tarmizi A Hamid, dan TA Sakti

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh, Dr Saminan M.Pd yang dikonfirmasi Serambinews.com Selasa (30/4/2019) mengatakan, tahun ini tetap ada proses belajar mengajar di bulan Ramadhan.

Hal ini dilakukan karena mengikuti kalender akademik Aceh yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Alasannya, karena ada aturan bahwa dalam satu semester harus ada minimal 96 hari tatap muka.

“Jika sekolah diliburkan saat Ramadhan, kata Saminan, maka 96 hari tatap muka tidak dapat dipenuhi,” katanya.

Karena jika mengaju pada kalender akademik Aceh, maka mereka harus mengejar belajar di bulan Ramadhan, agar target minimal 96 hari tatap muka tercapai.

Sebenarnya, kata Kadisdikbud, ada opsi lain yang bisa mereka tempuh, yaitu meliburkan Ramadhan dan memindahkan jatah belajar saat Ramadhan menjadi setelah lebaran Idul Fitri.

“Kalau kita geser belajar yang Ramadhan ke setelah ramadhan, maka akan kena ke libur tahunan yang serentak. Nanti saat anak anak lain di Indonesia sudah mulai libur, justru anak anak kita Aceh masih belajar,” ujar Saminan.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved