Jurnalisme Warga

Menikmati Pesona Puncak Singgah Mata

SALAH satu tugas dosen adalah melakukan penelitian. Saya dan teman-teman ditugaskan oleh kampus

Menikmati Pesona Puncak Singgah Mata
IST
MUKHSINUDDIN, S.Ag,. M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Puncak Gunung Singgah Mata, Nagan Raya

OLEH MUKHSINUDDIN, S.Ag,. M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Puncak Gunung Singgah Mata, Nagan Raya

SALAH satu tugas dosen adalah melakukan penelitian. Saya dan teman-teman ditugaskan oleh kampus tempat saya mengajar, Perguruan Tinggi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, melakukan penelitian lapangan ke kota dingin, Takengon.

Kami berangkat dari Meulaboh pada Kamis (20/6) sekitar pukul 09.00 WIB dan berada tiga hari di Takengon untuk meneliti tentang “Dakwah dan Bisnis Kopi di Tanah Gayo”. Kota nan permai ini memang sangat terkenal dengan kopi robustanya.

Setelah satu jam perjalanan dari Meulaboh menuju Takengon dengan melintasi Gunung Singgah Mata di Kecamatan Beutong Ateuh Beunggala, Nagan Raya, sampailah kami di jembatan Krueng Isep. Air sungainya sangat jernih. Kami bisa melihat warga yang sedang beraktivitas di bawah jembatan itu juga tampak ikan-ikan kecil sedang berenang.

Setelah kami melewati jembatan Krueng Isep, kami terus menanjak sedikit demi sedikit menuju puncak Singgah Mata. Sebelum sampai di puncak kami menikmati beragam pesona alam pegunungan, mulai dari deretan pepohonan yang rindang dan hijau, lereng, lembah, ngarai yang sangat memanjakan mata.

Gunung ini berada di dua kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah. Singgah Mata juga masih merupakan bagian dari ekosistem pegunungan Leuser yang dikenal sangat luas hamparannya bahkan sampai ke Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Sumatera Utara.

Jarak yang kami tempuh dari Nagan Raya ke puncak gunung ini lebih kurang 45 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih satu jam.

Di lereng-lereng Gunung Singgah Mata tampak telah dibuka lahan untuk dibangun jalan yang menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dengan Aceh Tengah dan sebaliknya. Saat menaiki Gunung Singgah Mata jalannya mulai sempit dan terjal, tikungannya banyak, tanjakannya ekstrem. Di salah satu sisinya jurang. Kami berjalan dengan sangat hati-hati karena jalan di lereng Gunung Singgah Mata ini sering longsor.

Kami melewati rute yang ekstrem ini dengan konstentrasi tinggi. Lengah sedikit saja bisa terperosok ke jurang yang dalam. Bahkan sebelum kami ada warga yang melewati jalan tersebut karena tidak hati-hati dan fokus akhirnya terperosok ke dalam jurang.

Meski jalannya sudah beraspal, tapi kami temui masih banyak ruas jalan yang berlubang. Di beberapa titik jalannya malah rusak parah.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved