Invest in Aceh

Pengusaha Aceh di Jakarta Bersedia Bangun Pusat Logistik Berikat di KIA Ladong

Pengusaha Aceh Ismail Rasyid bersedia membangun Pusat Logistik Berikat seluas 10 hektare di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

Pengusaha Aceh di Jakarta Bersedia Bangun Pusat Logistik Berikat di KIA Ladong
Serambinews.com
Pengusaha nasional asal Aceh, Ismail Rasyid (dua kanan) bersama Plt Gubernur dan Wali Nanggroe dalam dialog ekonomi Aceh Hebat di Jakarta, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha Aceh Ismail Rasyid bersedia membangun Pusat Logistik Berikat seluas 10 hektare di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

"Saya sebagai putra daerah mempunyai komitmen untuk bersinergi ikut program Pemerintah Aceh dalam mewujudkan Aceh hebat," kata Ismail Rasyid di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Komitmen ini disampaikan Ismail Rasyid yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Unsyiah Jakarta itu, menanggapi rekomendasi dialog ekonomi pembangunan Aceh Hebat yang dibuka Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Mess Aceh Jakarta, sehari sebelumnya.

Salah satu isi rekomendasinya, menyerukan kepada penguasaha Aceh yang saat ini di luar daerah, ambil bagian mengembangkan investasi di Aceh.

Ismail Rasyid, pemilik grup usaha PT Trans Continent, memastikan segera memulai pembangunan Pusat Logistik Berikat di KIA Ladong tersebut.

"Kami juga mengajak rekan-rekan pengusaha Aceh yang ada di luar, tergerak memulai sesuatu yang riil di Aceh, dan akan menjadi acuan bagi para investor lainnya untuk melakukan investasi di Aceh," kata Ismail Rasyid.

Baca: Plt Gubernur: Pertumbuhan Ekonomi Aceh Berjalan Lambat, Investor Menurun Drastis

Baca: Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat di Jakarta Lahirkan Tujuh Rekomendasi

Baca: Sahuti Rekomendasi Dialog Ekonomi, Plt Gubernur Aceh akan Reformasi Bank Aceh Syariah

Kepada Pemerintah Aceh, Ismail Rasyid menyarankan segera membuat kebijakan untuk menghidupkan pelabuhan laut.

Selain itu juga perlu menata dan mereview kembali program-program untuk pengembangan bandar udara.

Sehingga bisa berfungsi sebagai ‘hub distribution’ untuk barang-barang atau komoditi dari Aceh, serta mobilisasi kaum usahawan untuk membangun infrastruktur pergudangan. 

Ismail Rasyid juga memastikan Alumni Unsyiah di Jakarta bersedia membantu dan memfasilitasi industri kecil menengah (IKM)  Aceh untuk memasarkan produk IKM di wilayah Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia.

“Kami siap bekerjasama memasarkan produk-produk IKM Aceh,  termasuk ke jaringan kantor pemerintahan di Jakarta," janjinya.

Selanjutnya ia mengharapkan Bank Aceh membuka cabang di Jakarta.

Sehingga transaksi tersebut bisa benar-benar saling menguntungkan antara pihak bank dan  IKM, yang akan memberikan efek dalam perputaran uang antara Aceh dan Jakarta.(*)

Baca: Menakar Prospek Investasi di PPS Kutaraja, Birokrasi Pengurusan Izin Perlu Dipangkas

Baca: BPKS Tawarkan Peluang Investasi

Baca: Ini Strategi yang Perlu Dilakukan Pemkab/Pemko, untuk Promosikan Potensi Investasi Daerah

Baca: Musprov Kadin Diharapkan Lahirkan Pemimpin yang Mendorong Tumbuhnya Investasi di Aceh

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved