Breaking News:

Rumah Wartawan Terbakar

Kapolda Aceh Turut Perihatin Atas Kasus Pembakaran Rumah Wartawan dan Kantor PWI Aceh Tenggara

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Rio S Djambak, ikut prihatin atas kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia dan Kantor Persatuan...

Penulis: Khalidin | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Eko Saputro SIK. 

Kapolda Aceh Turut Perihatin Atas Kasus Pembakaran Rumah Wartawan dan Kantor PWI Aceh Tenggara

Laporan Khalidin I Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Rio S Djambak, ikut prihatin atas kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia dan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara.

”Yang intinya, dari Polres Aceh Tenggara pesan dari Pak Kapolda Aceh beliau yang pertama turut prihatin dan akan diproses secara prosedural,” kata Kapores Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Eko Saputro SIK  kepada Serambinews.com, Jumat (2/8/2019) di ruang kerjanya.

Kapolres AKBP Rahmad Hardeny mengatakan, keluarga besar Polres Aceh Tenggara juga akan berkunjung ke kediaman Asnawi Luwi di Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara.

Polisi berharap pihak keluarga korban atau Asnawi dapat memberikan keterangan lebih dalam secara cepat.

”Tentang kasus ini, masalah sulit dan tidak itu sangat relatif,” ujar Kapolres AKBP Rahmad Hardeny

Ketika ditanyai apakah ada hubungan antara pembakaran rumah wartawan dengan kantor PWI Aceh Tenggara berkaitan, Kapolres AKBP Hardeny belum dapat menyimpulkan.

BREAKING NEWS - Gempa 7,4 Guncang Jakarta Malam Ini, Berpusat di Banten dan Berpotensi Tsunami

Keluarga Asnawi, Jurnalis Serambi Indonesia di Agara Masih Trauma, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Persiraja Menyerah 0-1 dari Babel United, Dua Pemainnya Diusir Wasit

Banyak Saluran Perkotaan di Bireuen Sumbat, Ini Penyebabnya

Namun dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa penjaga kantor PWI Aceh Tenggara termasuk memeriksa telepon genggam. Handphone penjaga kantor PWI Aceh Tenggara akan dikloning dan disadap.

Yang penting, lanjut Kapolres Hardeny pihaknya tetap akan professional dan melakukan penyelidikan atas kasus terror. Kapolres Aceh Tenggara berharap tidak lagi terjadi kasus serupa di kemudian hari.

Sebab sebenarnya selama ini tidak pernah terjadi hal-hal yang menganggu keamanan di Aceh Tenggara.

Hubungan antar MAsyarakat di Aceh Tenggara termasuk antar kelompok berbeda agama pun menurut Kapolres AKBP Hardeny sangat baik.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved