Jurnalisme Warga

Cara Sukma Bangsa Meminimalkan Sampah Plastik

Data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan, 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola

Cara Sukma Bangsa Meminimalkan Sampah Plastik
IST
MUHAMMAD SYAWAL DJAMIL, Pengajar di Sekolah Sukma Bangsa Pidie dan anggota aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe) Pidie Raya, melaporkan dari Sigli

OLEH MUHAMMAD SYAWAL DJAMIL,  Pengajar di Sekolah Sukma Bangsa Pidie dan anggota aktif di Forum Aceh Menulis (FAMe) Pidie Raya, melaporkan dari Sigli

Data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan, 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat Indonesia adalah sampah organik sebanyak 60 persen, sampah plastik 14 persen, diikuti sampah kertas 9%, metal 4,3%, kaca, kayu. dan bahan lainnya 12,7%. (CNN, 25/4/2018)

Mengacu pada data SWI tersebut, sampah plastik dari segi statistik memang terlihat lebih sedikit dibandingkan sampah organik, akan tetapi realitas ini bukanlah berarti Indonesia masih aman dari sampah plastik. Sampah plastik yang dihasilkan masyarakat Indonesia per tahunnya melewati angka 1 juta ton.

Kita sepakat jika pemerintah tidak boleh acuh tak acuh dalam memandang masalah yang satu ini. Sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik dan pola hidup bersih dengan membuang sampah pada tempatnya harus segera digalakkan dengan lebih serius. Tak hanya itu, pemerintah juga perlu melibatkan peran stakeholder di berbagai lapisan atau lembaga masyarakat untuk serius memandang masalah sampah. Salah satu lembaga sosial yang dapat diandalkan dalam masalah ini adalah lembaga pendidikan.

Sekolah Sukma Bangsa Pidie yang baru saja merayakan ulang tahun ke-13, terlihat berhasil dalam mengajak warga sekolahnya untuk tidak lagi bergantung pada penggunaan plastik, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan konsumsi. Bahkan, saat diselenggarakan acara besar pun penggunaan plastik–khususnya botol kemasan untuk kelengkapan kebutuhan konsumsi--tidak digunakan, kecuali untuk keperluan mendesak yang secara logika memang tak mungkin untuk dihindari penggunaannya.

Makanya, jangan heran jika Anda bertandang ke sekolah Sukma Bangsa Pidie dan Anda membutuhkan minuman berkemasan plastik maka Anda tidak akan menjumpainya. Ini karena sekolah Sukma Bangsa Pidie sudah berkomitmen dan memegang teguh prinsip untuk melahirkan kawasan sekolah yang bebas dari sampah plastik. Sebenarnya strategi yang diupayakan dan diterapkan oleh pihak sekolah Sukma Bangsa Pidie dalam mengampanyekan pola hidup untuk tidak bergantung lagi pada penggunaan plastik ditempuh dengan cara yang sederhana.  Pada proses ini guru memiliki peran besar dalam menyukseskannya. Saban hari tanpa kenal waktu, baik di dalam maupun di luar kelas, guru tak sungkan untuk sekadar menjelaskan atau menyosialisasikan bagaimana bahayanya sampah plastik bagi kelangsungan ekosistem.

Bawa tumbler ke sekolah

Lalu, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Sekolah Sukma Bangsa Pidie adalah membatasi peenjualan botol kemasan plastik di koperasi (tempat siswa dan guru membeli makanan). Di samping itu, bagi warga sekolah dituntut pula untuk selalu membawa tumbler saat pergi sekolah. Sehingga kebutuhan untuk minum bisa terpenuhi tanpa harus membeli botol kemasan yang pada ujungnya menghasilkan sampah plastik. Dalam menyukseskan usaha ini sekolah juga menyediakan galon lengkap dengan dispenser  yang saban hari airnya diisi oleh petugas sekolah dan ditempatkan di beberapa sudut sekolah.

 Jadi, semua warga sekolah dapat mengisi tumbler-nya dengan air segar gratis. Tak hanya itu, tempat sampah yang disediakan oleh pihak sekolah yang ditempatkan di banyak titik atau sudut sekolah dibedakan penggunaanya antara sampah organik dengan sampah anorganik.

Di awalnya memang strategi ini mengalami beberapa hambatan, terlebih dalam mengajak siswa untuk konsisten membawa tumbler ke sekolah yang, gurunya yang notabenenya adalah suri teladan bagi siswa banyak dijumpai tidak membawa tumbler.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved