Breaking News:

Shalat Ied di Bandara

Soal Larangan Terbang, Mawardi Ali: Saya Terharu dengan Pelaksanaan Shalat Ied di Bandara SIM

Namun Mawardi lebih memilih untuk bersikap apabila ada pro dan kontra, maka pihaknya akan lebih meneliti dan mengkaji lagi terkait imbauan itu.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/IST
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, kolase Serambinews.com 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengaku terharu dengan pelaksanaan Shalat Ied di Halaman Parkir Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, pada Minggu (11/8/2019).

Pelaksanaan shalat Ied di Bandara menindaklanjuti imbauan dari Bupati Aceh Besar tentang penghentian penerbangan saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dari dan ke Bandara SIM Blang Bintang.

Imbauan di atas kop surat Bupati Aceh Besar Nomor 451/2019 Tanggal 24 Juli 2019/21 Dzulqaidah 1440 H tersebut ditujukan kepada General Manager PT Angkasa Pura II.

"Saya terharu sekali, terima kasih kepada media. Terima kasih juga kepada General Manager Angkasa Pura bersama komunitas Bandara yang sudah menindaklanjuti imbauan ini, serta para ulama yang sudah memberikan dukungan. Dengan ini tentu pelaksanaan syariat Islam dapat lebih bagus lagi di Aceh," kata Mawardi Ali saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Selasa (13/8/2019), membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul 'Shalat Ied di Bandara, Ini Istimewanya Aceh'.

Baca: Bank Gala Abdya Segera Beroperasi, Ini Jumlah Uang yang Bisa Dipinjam Petani

Baca: Sejarah Masuknya Islam ke Linge Gayo Diseminarkan di Takengon, Hadirkan Info Baru

Baca: Langganan Banjir, Warga Kemukiman Pisang Baru Minta Bangun Tanggul Pengendali Banjir

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu Editor Harian Serambi Indonesia/Manager Produksi Harian Prohaba, Nasir Nurdin yang dipandu Host, Vheya Artega.

"Ada yang menelepon saya mengucapkan terima kasih, bisa Shalat Ied dan bersilaturrahmi bersama keluarga sebab sudah delapan tahun tidak Shalat Ied karena tugas. Itu yang menjadi dasar kita membuat imbauan ini," sebut Mawardi yang sedang berada di Tanah Suci melaksanakan ibadah haji.

Ia menambahkan tidak semua gagasan baru itu langsung diterima, termasuk dengan imbauan yang dikeluarkannya ini ada pro dan kontra.

Namun Mawardi lebih memilih untuk bersikap apabila ada pro dan kontra, maka pihaknya akan lebih meneliti dan mengkaji lagi terkait imbauan itu.

"Sebenarnya imbauan yang kita keluarkan ini bukan suatu yang populer, tapi karena ada pro dan kontra maka menjadi viral. Itu menjadi hal yang positif juga pembahasannya lebih menarik dan dicermati oleh publik," tambah Mawardi.

Ia kembali menyampaikan keterharuannya dengan penghentian sementara penerbangan saat Hari Raya.

"Negara saja memberi libur, apalagi kita berikan libur sebentar saja kepada saudara-sudara kita untuk Shalat Ied, bersilaturrahmi, dan berkurban. Insya Allah ini menjadi sejarah baru bagi Aceh," tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved