Kamis, 7 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Indahnya Sunset  Pantai Kuala Raja Bireuen

BIREUEN merupakan salah satu kawasan yang sangat strategis karena berada di persimpangan dari Banda Aceh menuju Aceh Utara

Tayang:
Editor: bakri
CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim Peusangan dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

Suasana Pantai Kuala Raja sore itu jadi berbeda dibanding hari sebelumnya. Saya salut kepada wisatawan lokal yang memperlakukan wisatawan asing layaknya tamu. Ternyata budaya peumulia jamee  yang merupakan budaya yang diwariskan oleh  indatu  orang Aceh dalam menghormati tamu, terus diterapkan dan tetap melekat di hati masyarakat.

Setelah menikmati berbagai kuliner, rombongan berpencar, ada yang mandi laut,  bermain bola, ada pula yang sibuk mencari teman baru. Saya senang melihat mereka. Ini adalah buah dari perjuangan tokoh yang mampu menciptakan perdamaian Aceh  dan juga merupakan keikhlasan masyarakat dalam memuliakan tamunya, sehingga wisatawan tanpa rasa takut datang dan menikmati berbagai suguhan indahnya wisata Aceh, terutama di Bireuen, sebagai upaya menambah pendapatan asli daerah (PAD(.

Pada masa konflik, Pantai Kuala Raja ini seakan tenggelam bahkan pernah ditutup, tak ada yang berani datang. Tapi saat ini jauh berubah dan telah menjadi primadona wisata pantai di Bireuen. Semua ini tidak terlepas dari perhatian pengelola, terutama Keuchik Kuala Raja, seluruh masyarakat, dan berbagai pihak lainnya yang terus berupaya menarik wisatawan baik lokal maupun asing, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Bireuen, terutama yang berada di sekitarnya. Tentunya dengan tetap mengedepankan dan menjaga adat budaya dan nilai-nilai syariat islam, serta menjaga ketertiban, kebersihan, dan melestarikan lingkungan dengan baik.

Pantai Kuala Raja menetapkan peraturan bagi pengunjung bahwa pukul 17.30 WIB pantai harus sudah dikosongkan,  sebagaimana tertulis di depan gerbang  pintu masuk. Saya dan rombongan pun langsung bersiap-siap untuk kembali. Tapi di saat itu pula beberapa wisatawan lokal terus merapat untuk minta foto bersama mahasiswa Jepang. Saya memberi kesempatan, tapi dengan tetap mengingatkan bahwa sudah waktunya untuk meninggalkan pantai.

Setelah semua naik ke mobil kami bergerak pulang. Belum seberapa jauh perjalanan, mahasiswa Jepang yang kami bawa berteriak takjub, ”Nichibotsu, nichibotsu!”  sambil menunjuk ke arah barat langit. Saya kaget dan berusaha menenangkan mereka dan saya tanya ada apa?  Ternyata sunset atau matahari terbenam semakin jelas terlihat lewat kaca samping mobil yang kami tumpangi.

Menurut mereka, pemandangan  itu sangat indah dan jarang didapati. Bagi mereka yang ada hanyalah  matahari terbit, itu sebab dengan sigap mereka layaknya fotografer  sibuk mengabadikan momen ini.

Pantai Kuala Raja banyak menyimpan kenangan, pesonanya membuat mereka enggan beranjak dan ingin kembali lagi. Kalau suatu saat Anda datang ke Bireuen, berkunjunglah ke Kuala Raja.  (chairulb06@gmail.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved