Berita Bireuen

21 KK Warga Buket Sudan Bireuen Belum Berani Pulang ke Rumah

“Sebenarnya sudah boleh pulang, tapi warga khawatir hujan turun lagi dan langit masih mendung, khawatir terjadi banjir luapan lagi,”

21 KK Warga Buket Sudan Bireuen Belum Berani Pulang ke Rumah
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Sebanyak 21 KK warga dusun Seuneubok, Desa Buket Sudan, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen mengungsi ke meunasah setempat karena terjadi banjir luapan di kawasan lingkungan mereka. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 21 KK atau 150 jiwa lebih warga Dusun Seuneubok, Desa Buket Sudan, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen mengungsi ke meunasah setempat Jumat (23/08/2019) malam karena banjir luapan.

Tapi hingga siang, Sabtu (24/08/2019) belum berani pulang ke rumah mereka.

“Sebenarnya sudah boleh pulang, tapi warga khawatir hujan turun lagi dan langit masih mendung, khawatir terjadi banjir luapan lagi,” kata Afifuddin (60) selaku keuchik setempat kepada Serambinews.com.

Mereka terpaksa mengungsi karena banjir luapan disebabkan hujan deras dan saluran kurang bagus.

Terjangan air perbukitan memenuhi halaman rumah mereka dan persawahan terjadi mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, Jumat (23/08/2019).

Baca: Jembatan Putus di Jeumpa Bireuen, Warga dan Anak Sekolah Harus Memutar Empat Kilometer

Afifuddin mengatakan, Dusun Seuneubok posisinya diapit perbukitan, ketika hujan deras air meluncur tajam dengan ketinggian mencapai 1 meter lebih.

Setelah hujan reda sekitar pukul 22.30 WIB, banjir luapan terus menyusut, tanaman padi yang sempat terendam air di desa itu terlihat lagi.

Begitu juga halaman rumah warga kering kembali.

“Tadi pagi sejumlah warga melihat rumah mereka dan air tidak ada lagi serta tidak ada yang mengalami kerusakan. Namun mereka belum berani pulang khawatir turun hujan lagi terjadi banjir luapan susulan,” katanya.

Baca: Buat Hoax Dibegal Padahal Takut Istri, Teguh Minta Maaf Kepada Masyarakat Bener Meriah

Keuchik menambahkan, Dinsos Bireuen sudah mengantar bantuan masa panik dan sudah ada dapur umum.

Apabila cuaca cerah dan hujan tidak turun lagi, para pengungsi akan kembali ke rumah masing-masing.

“Tadi pagi makan di dapur umum,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Lisa Rita SKM bersama timnya memeriksa para pengungsi untuk memastikan kesehatan mereka di meunasah setempat.

“Walaupun satu malam di meunasah, kami tetap periksa kesehatan untuk menjaga berbagai kemungkinan,” ujarnya. (*)

Baca: Hafiz Asal Aceh Timur yang Dirawat di RS Kramat Jati Meninggal Dunia, Pemkab Jemput Jenazah Almarhum

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved