Gadis 17 Tahun Dipaksa Layani Pria dengan Tarif 200 Ribu, Korban Hamil 7 Bulan, 6 Pelaku Ditangkap

Gadis 17 tahun di Riau dijajakan kepada pria hidung belang di kedai tuak dengan tarif Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu sekali kencan.

Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit/Instagram.com/Kolase
KABUR dari Rumah, Remaja 17 Tahun di Riau Jatuh ke Pelukan Pria Hidung Belang hingga Hamil 7 Bulan. Ilustrasi-Gambar korban yang diblur bukanlah korban sebenarnya, hanya ilustrasi. 

Pelaku mucikari dan salah satu pelaku yang menyetubuhi anak di bawah umur, yang ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Inhu, Riau, Rabu (28/8/2019).(Dok. Polres Inhu)

Dia menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari orangtua korban melapor ke Polsek Lirik di Kecamatan Lirik, Inhu, beberapa waktu lalu.

Prostitusi anak di bawah umur tersebut terbongkar bermula saat orangtua korban, melaporkan anaknya sebut saja Melati (17) dihamili kepada Polsek Lirik.

"Setelah melalui proses penyelidikan, kasus tersebut dikembangkan dan dilimpah ke Unit PPA Polres," jelas Misran pada Selasa (3/9/2019).

Hasil penyelidikan terungkap bahwa sekitar tahun 2017 Melati bertengkar dengan orangtuanya dan lari dari rumah.

Setelah lari dari rumah lebih kurang satu bulan, korban tinggal di rumah mucikari LN di desa Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu.

"Selama satu bulan korban tinggal bersama LN itulah korban diajak mencari uang dengan cara melayani tamu-tamu di tempat-tempat hiburan," ujar Misran.

Sejumlah lokasi yang menjadi korban menjajakan diri salah satunya di kedai tuak yang berlokasi di Sungai Lala.

"LN menawarkan kepada korban untuk melayani laki-laki hidung belang dengan biaya tarif antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, setiap tamu yang membawa korban LN mendapatkan Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per tamu," kata Misran.

Akibatnya Melati saat ini sedang hamil tujuh bulan.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved